Banggai, bimasislam— warga kecamatan Totikum Kab. Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah melakukan gotong royong membangun rumah dinas kepala KUA, dan diinfakkan kepada Kementerian Agama, sebagai balas jasa dan bukti kecintaan mereka kepada KUA.
Warga setempat meyakini perubahan drastis terlihat nyata, sejak Abd. Hamid M. Tiah, memimpin KUA kecamatan Totikum. Sejumlah terobosan dilakukan. Mulai dari pelayanan yang mudah, ramah dan transparan, menghidupkan kegiatan keagamaan, hingga membangun kesadaran tokoh agama tentang pentingnya kerukunan umat beragama.
Kerja keras yang dilakukan Hamid, diam-diam mendapat simpati masyarakat. Warga seakan sudah menyatu dengan KUA dan pimpinannya. Sehingga tidak heran jika tokoh masyarakat tempat, Muchtar Salotan, mewanti-wanti pejabat di Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah agar jangan memutasi Hamid dari KUA Totikum. “Ini harga mati. Kami rela pak Hamid diganti, asalkan beliau diberi jabatan eselon III di Kemenag kabupaten Bangkep,” kata Muchtar yang juga Ketua MUI Kec. Totikum.
Kecintaan warga Totikum bukan sekedar ucapan. Mereka membuktikannya dengan bergotong royong membangun sejumlah fasilitas di kantor KUA dengan dana swadaya murni. “Saya sempat menitikkan airmata ketika melakukan pengguntingan pita peresmian rumah dinas KUA,” kata Dr. H. Nasruddin L. Midu, M.Ag Kepala Bidang Bimas Islam. Usai diresmikan, rumah dinas tersebut diinfakkan kepada Kementerian Agama.
Menariknya, proses pembangunan rumah dinas KUA Totikum berjalan singkat. Hampir serupa dengan tayangan program “bedah rumah” di salah satu televisi swasta. Menurut ketua panitia, rumah dinas KUA dikerjakan dalam tempo 13 hari dan melibatkan 50 orang tukang dan pekerja. Seluruh rangkaian pembangunan rumah dinas, sejak merubuhkan bangunan lama (gubuk darurat) hingga bangunan rampung, terekam dalam kepingin DVD. “Hati kami tergerak, karena prihatin menyaksikan rumah kepala KUA, yang atapnya bocor, rewot, dan becek,” kata Ilham, salah seorang tukang.
Data yang diperoleh tim penilai lomba KUA Teladan, setidaknya terdapat lima item pekerjaan sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih warga terhadap KUA. Pertama, bangunan permanen rumah dinas KUA senilai Rp 150 juta, kedua pembangunan pagar keliling kantor sebesar Rp 50 juta, ketiga pembangunan balai nikah berarsitek khas daerah Banggai plus kolam ikan hias dibawah pelaminan senilai Rp 25 juta, dan pengadaan papan nama dan papan data kantor sebesar Rp 10 juta. Walhasil, total dana swadaya murni masyarakat Totikum dalam memperbaiki wajah kantor KUA Kec. Totikum berkisar Rp 235 juta.
Kasi Kepenghuluan dan Pemberdayaan KUA, Sofyan Arsyad, mengapresiasi positif pengorbanan moril dan material warga Totikum. “Ini peristiwa monumental, yang mungkin untuk ukuran Indonesia baru terjadi di KUA Totikum,” ujarnya.
Mengharukan lagi, warga yang ikhlas berkorban tersebut rata-rata bukanlah penduduk berekonomi mampu. Hal ini bisa dilihat dari kondisi bangunan warga dan keterbatasam infrastruktur daerah, yang menjadi ciri khas wilayah kepulauan terpencil. Jangankan untuk memiliki handphone, tak satupun signal jaringan operator yang bisa dinikmati di sana. Jika ingin mendapatkan signal, warga harus mencari lokasi yang tinggi, seperti memanjat pohon.
Bahkan yang menggelikan, Hamid, sang Kepala KUA bercerita bahwa jika isi pesan sms sudah diketik, mereka terpaksa melempar HP setinggi-tingginya ke udara dengan harapan tertangkap signal. Mereka terlihat ceria bila mendapati hp tertulis “pesan terkirim”. Begitu sebaliknya.
Juara Tingkat Provinsi
Kerja keras kepala KUA yang didukung penuh warga, akhirnya berbuah hasil. Tim penilai KUA Teladan secara bulat memilih KUA kecamatan Totikum sebagai juara I KUA Teladan tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2015.
Menurut Nasruddin, terpilihnya KUA kec. Totikum bukan tanpa alasan. KUA yang berlokasi di wilayah Sambiut, 50 km dari Salakan ini, dinilai memiliki keunggulan utama, yang jarang dijumpai di KUA lain. Masyarakat setempat terkesan merasakan kehadiran KUA, sebagai lembaga pelayan urusan keagamaan. Hal tersebut paling tidak bisa dilihat dari sumbangsih masyarakat, yang menghibahkan rumah dinas kepala KUA bernilai ratusan juta rupiah, dan membantu pengadaan sarana prasarana pendukung perkantoran lainnya.
“Jika pelayanan KUA biasa-biasa saja, mustahil warga Totikum yang umumnya bukan berekonomi mapan mau berkorban se spektakuler itu,” kata Sofyan Arsyad, sekretaris tim penilai. Artinya, lanjut Sofyan, bisa dipastikan ada korelasi antara tingginya indeks kepuasan masyarakat dengan semangat berkorban serta sense of belonging warga terhadap KUA.
Sofyan berharap, sekelumit kisah dari KUA Kec. Totikum yang jauh di pelosok negeri ini, bisa memoles wajah KUA yang sempat tergores akibat rapor merah yang dilekatkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2014 lalu.(SA/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



