Blitar, bimasislam—Tidak seperti bulan-bulan lain, pada bulan suci Ramadhan jumlah pengunjung (wisatawan) yang berziarah di Makam Bung Karno di Blitar sepi pengunjung, meskipun pada bulan ini merupakan bulan Juni, yaitu bulan yang ditetapkan sebagai bulan Bung Karno. Menurut penjaga makam yang ditugaskan khusus untuk melayani wisatawan, jumlah pengunjung di bulan-bulan lain sangat banyak, khususnya di hari-hari libur. Namun karena situasi bulan puasa pengunjung menurun drastis.
Saat bimasislam berkunjung di kompleks pemakaman ini (17/6), ada beberapa pengunjung yang berziarah di makam Bung Karno bersama keluarganya masing-masing. Namun, tidak semua yang hadir di sana benar-benar ingin mendoakan, membacakan tahlil atau semacamnya, namun ada yang hanya sekedar “action” untuk berfoto sebagai dokumentasi pribadi. Dalam pantauan bimasislam, orang-orang yang duduk di pinggir makam Bung Karno nampak ada yang hanya diam, dan pegang-pegang pusara Sang Proklamator sambil berkaca-kaca matamya. Ada juga yang benar-benar mendoakan dengan membaca tahlil, serta menaburkan bunga di atas makam presiden RI tersebut.
Saat bimasislam bertanya kepada salah satu wisatawan yang datang dari Pasuruan mengatakan, bahwa mereka sengaja datang ke makam Bung Karno untuk mengikuti tradisi masyarakat sekaligus memanjatkan doa untuk almarhum.
“Kami ke sini ingin melihat langsung makam Bung Karno, sekaligus untuk mendoakan sang proklamator agar diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di sisi Tuhan pada tempat terbaik. Beliau adalah pemimpin besar dunia yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Sebagai masyarakat kami ingin mengenang jasa-jasa beliau”, ujarnya.
Menurut Kasubag TU Kemenag Kota Blitar, Didik, puncak perayaan haul Bung Karno dipusatkan di kompleks pemakaman pada hari Senin (20/6) yang telah dirancang oleh Pemerintah Kota Blitar sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Namun, karena perayaan bersamaan dengan bulan suci Ramadhan, maka puncak acara dilakukan sejak siang hari, dengan menghadirkan para nara sumber, serta taushiyah menjelang buka puasa bersama dengan masyarakat sekitar, atau wisatawan yang sejak awal akan hadir saat puncak acara.
Lebih lanjut Didik menambahkan, bahwa wisatawan pada puncak acara akan datang dari berbagai wilayah (provinsi) yang banyak menawarkan berbagai pentas seni daerah masing-masing. Namun karena keterbatasan waktu, otoritas setempat memberikan kesempatan kepada pentas seni daerah provinsi Bali. Kenapa? Selain setiap tahun telah berjalan dengan baik, provinsi Bali memiliki ikatan emosional dengan Bung Karno, yaitu ibunya berasal dari daerah ini, dimana makamnya ada di samping Bung Karno.
Penelusuranbimasislam menunjukkanbahwa kompleks pemakaman Bung Karno dibangun dengan desain yang bagus dan dibiayai oleh pemerintah pusat. Saat kepemimpinan presiden Megawati S, kompleks ini dibangun dengan dana yang besar serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas publik, seperti mushalla, dan ada juga perpusatakaan, serta gallery musium yang sangat nyaman. Di gallery museum Bung Karno terdapat berbagai foto dan lukisan yang sangat indah, dan berbagai foto pada momen-momen penting bersejarah saat perjuangan kemerdekaan []
(thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



