Kuningan, bimasislam—Peran Majelis Taklim begitu nyata dalam pembinaan masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan ajang silaturahim, Majelis Taklim bahkan berperan lebih luas dalam bidang pendidikan, perekonomian dan aktifitas sosial lainnya. Hal ini menempatkan majelis taklim sebagai mitra bagi berbagai kalangan. Tak mengherankan jika saat ini Majelis Taklim masuk diantara mitra strategis pemerintah daerah bagi pengembangan pembinaan keagamaan.
Hal ini dapat kita jumpai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Di Kabupaten yang berada di ujung Jawa Barat, Pemerintah Daerah setempat memberikan atensi besar terhadap keberadaan Majelis Taklim, salah satunya menyelenggarakan yasin akbar. Yasin akbar yang diselenggarakan setiap awal bulan dan tempat pelaksanaannya dirolling sesuai dengan kebutuhan, menjadi media silaturahim dan sosialisasi kebijakan pemerintah dalam pembinaan keagamaan. Pada setiap pelaksanaannya, kegiatan ini dihadiri tak kurang seribu orang dari berbagai majelis taklim.
Dalam pantauan bimasislam, kegiatan yasin akbar sangat efektif guna membangun silaturahim dan memperkuat pola pembinaan di masyarakat. Hal ini diperkuat paparan Moh. Syafaat, praktisi dakwah dan aktifis kepemudaan. Menurutnya, masyarakat Kuningan sangat heterogen. Selain itu, wilayah Kuningan menjadi satu diantara daerah yang pernah terjadi konflik. Momentum yasin akbar sangat efektif untuk membangun kesepahaman tentang isu-isu yang berkembang, sekaligus memperkuat tali ukhuwah di antara ummat Islam.
“Kegiatan yasin akbar ini potret pengajian komunitas yang secara sosiologis memperkuat ukhuwah Islamiyyah, sekaligus meminimalisir potensi perpecahan di kalangan umat. Di Kabupaten Kuningan sendiri kini tumbuh model-model pengajian komunitas seperti pengajian masyarakat santri di daerah Cidahu dan Ciawi Gebang. Secara benefit, model pengajian ini sangat membantu program pemerintah daerah terutama dalam hal penguatan kualitas kehidupan umat beragama. Saya pikir kegiatan ini banyak manfaatnya bagi umat,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Siti Julaeha, pimpinan Majelis Taklim Mafatihul Huda Kecamatan Cibingbin. Menurutnya, yasin akbar membawa dampak positif bagi masyarakat di pedesaan, khususnya dalam pengembangan wawasan yang selama ini sangat sulit diakses oleh masyarakat di pedesaan. Dengan adanya silaturahim dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan latar belakang, secara positif berdampak pada semangat dan wawasan mereka.
“Kami mendirikan Madrasah Diniyyah, kelahirannya dibidani oleh Majelis Taklim. Mereka sangat bersemangat setelah mendapat wawasan dan motivasi dari hasil silaturahim ini. Kami pikir ini sangat positif bagi penguatan Majelis Taklim, terutama di desa-desa yang memiliki keterbatasn akses,” pungkasnya.
Dalam catatan bimasislam, Kabupaten Kuningan masuk diantara daerah prioriotas binaan Ditjen Bimas Islam. Sejak tahun 2012, beberapa program telah digulirkan di antaranya pengiriman dai rahmatan lil’alamin, bantuan operasional Majelis Taklim dan ormas Islam, penguatan FKUB dan bantuan guru ngaji tradisonal.(kangjeje/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



