Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama mengajak masyarakat untuk mengunjungi Islamic Wedding Expo yang menjadi bagian dari rangkaian Nikah Fest 2026 di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, pada 27–28 Juni 2026. Pameran ini menghadirkan 63 vendor dari berbagai sektor industri pernikahan yang siap memberikan layanan hingga edukasi bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan pernikahan.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, Islamic Wedding Expo merupakan bagian dari rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah yang digelar untuk memperkuat layanan dan ekosistem pernikahan di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan rangkaian Peaceful Muharam 1448 Hijriah. Salah satu rangkaiannya adalah nikah massal dan Islamic Wedding Expo,” ujar Abu Rokhmad.
Sebanyak 63 vendor yang berpartisipasi berasal dari berbagai kategori layanan pernikahan. Kategori Venue & Hotel menjadi yang terbanyak dengan 16 vendor, disusul Asosiasi dan Lembaga sebanyak 10 peserta, serta Kementerian Agama yang menghadirkan 7 stan layanan.
Selain itu, terdapat 6 vendor dari kategori Catering & Wedding Services, masing-masing 4 peserta dari kategori Perbankan, Dekorasi, serta Wedding Planner & Organizer. Kategori MC & Music Entertainment diikuti 3 vendor, sedangkan Photo & Video, Rias & Busana, dan Salon & Klinik Kecantikan masing-masing menghadirkan 2 peserta. Untuk kategori Digital Invitation, Usher, Lighting System, Wedding Services, Photobooth, hingga Suvenir, masing-masing diikuti 1 peserta.
Menurut Abu, penyelenggaraan Islamic Wedding Expo tidak hanya menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem pernikahan yang berkualitas, profesional, dan berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Kami berharap industri pernikahan, bahkan sektor-sektor lain seperti pertanian dan perikanan, juga memperoleh keberkahan dari penyelenggaraan akad nikah. Sebab setiap penyelenggaraan pernikahan sesungguhnya turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain menghadirkan pelaku industri pernikahan, Islamic Wedding Expo juga menyediakan berbagai layanan publik. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai layanan pencatatan nikah di Kantor Urusan Agama (KUA), bimbingan perkawinan, literasi keuangan, literasi zakat, hingga konsultasi akses program rumah subsidi bagi pasangan yang baru menikah.
Abu Rokhmad mengajak masyarakat, khususnya pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Hari ini sampai besok kami ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang telah siap secara lahir maupun batin agar tidak menunda melaksanakan akad nikah. Sebab, akad nikah dan pernikahan, sebagaimana dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala, selalu mendatangkan keberkahan bagi siapa pun yang melaksanakannya,” ujarnya.
Melalui Nikah Fest 2026 dan Islamic Wedding Expo, Kementerian Agama berharap masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan pernikahan, tetapi juga mendapatkan referensi lengkap mengenai kebutuhan pernikahan dalam satu lokasi.
Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Agama berpesan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi ikhtiar membangun keluarga yang kokoh sebagai fondasi masyarakat dan bangsa. Karena itu, Kementerian Agama terus memperkuat layanan pernikahan dan ketahanan keluarga melalui penguatan peran Kantor Urusan Agama (KUA).
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



