Bojonegoro, bimasislam—Nama Makam Wali Kidangan barangkali masih terdengar asing ditelinga sebagian para pecinta wisata religi. Harap maklum, lokasi ziarah di Kabupaten Bojonegoro ini memang masih relatif baru diperkenalkan. Meski begitu, bagi warga Bojonegoro dan sekitarnya, makam ini dipercaya sebgaai makam seorang ulama besar dari Kesultanan Pajang bernama Syekh Mukodar atau dikenal juga dengan Wali Kidangan, adapula yang menyebutnya Pangeran Kumbang Ali-ali atau Pangeran Narasoma.
Makam Wali Kidangan terletak di atas bukit dusun kidangan, sekitar 1,5 km dari arah jembatan malo ke utara. Lokasi tersebut tersebut masih di kelilingi hutan jati dan bambu yang rimbun , sehingga suasana sekitar makam masih terasa sejuk. Untuk menuju ke atas bukit makam peziarah harus menempuh perjalanan mananjak yang cukup curam dengan berjalan kaki sejauh 200 meter.
Meski begitu, Setiba di lokasi, tidak ada yang tahu pasti letak makam wali kidangan yang asli karena dilokasi tersebut terdapat 3 makam berjajar berukuran panjang 2,5 meter, dengan nisan kayu dan tanpa nama. Penduduk setempat percaya ketiga makam itu adalah peristirahatan terakhir wali kidangan dan keluarganya.
Untuk Menuju Objek Wisata ini dapat melalui beberapa jalur, antara lain dari Jalur Surabay aatau Bojonegoro Kota dapat ditempuh dengan menggunakan Kendaraan Umum menuju Jalur Kecamatan Kalitidu. Sedangkan dari Jalur Cepu atau Ngawi dapat menggunakan transprtasi Kendaraan Umum atau Pribadi menuju Jalur Surabaya-Bojonegoro Kota dan turun di Kecamatan Kalitidu.
Wisata Makam Wali Kidangan di Sukorejo Bojonegoro cukup ramai dikunjungi peziarah baik di hari biasa maupun hari liburan, terutama setiap hari Kamis Legi dan Jum’at Pahing. Keistimewaan lokasi wisata ziarah ini adalahpemandangan alam yang masih asri dan udara yang sejuk. Pemerintah KABupaten Bojonegoro juga mulai melakukan perbaikan infrastruktur di lokasi tersebut sebagai bagian dari proyek wisata religi.
(vikry/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



