Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Ketua MUI Kota Palu: Esensi Islam Itu Akhlakul Karimah

Palu, bimasislam-- Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Palu Sulawesi Tengah Zainal Abidin menyampaikan tausiyah tentang tantangan yang dihadapi Agama di era kemajuan teknologi dan modernitas pada Rapat Koordinasi Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama yang bertempat di Hotel Mercure Kota Palu Sulawesi Tengah, Senin (4/12).

“Agama saat ini menghadapi tantangan yang maha beratnya. Jika kita tidak bersama-sama bahu membahu dalam menguatkan fungsi dan peranannya, maka agama akan dengan mudah tergeser oleh saluran yang lain, contohnya adalah segala produk teknologi yang belakangan hadir bersamaan dengan datangnya era modernitas, ujar Zainal saat menyampaikan materi  di hadapan ratusan peserta Rakor yang mengangkat tema “Penguatan Fungsi Agama bagi Pembangunan Nasional”.

Sosok yang juga merupakan Rektor Institut Agama Islam Negeri Palu Sulteng ini menekankan pentingnya umat Islam untuk memperkuat kembali pemahaman ajaran Islam yang utuh dan menyeluruh dan tidak sekadar tekstual sehingga dengan begitu segala ihwal perbedaan akan dapat dipahami maksud dan kebermaknaannya.
 
Dan untuk dapat menerima pemahaman yang utuh tersebut, menurutnya harus didukung dengan sikap kerendahhatian dalam usaha mempelajari ilmu dan ajaran yang ada.

"Esensi dari beragama itu adalah berakhlakul karimah. Sikap yang baik ini layaknya dicerminkan tidak hanya dalam penggalian nilai keislaman itu saja, melainkan juga dalam langkah pengamalannya, orang yang dengan pemahaman yang utuh pasti akan mudah memahami segala perbedaan yang ada, tekannya”.
 
Sembari menyitir beberapa pemikiran ulama klasik seperti Syekh Yusuf Al-Makassari, pemikir Islam Syed Hossein Nasr dan Ali Syariati dia menegaskan bahwa agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad adalah ajaran yang penuh dengan sikap rahmatan lil alamin, yaitu sikap kasih sayang terhadap seluruh alam semesta.
 
“Ajaran sejati di dalam Islam, sesungguhnya telah dicontohkan jauh hari oleh sosok Nabi Muhammad. Sikap santun beliau, yang mencitrakan nilai rahmah merupakan panutan yang tidak mungkin dipungkiri, dan karena akhlak mulia itu agama Islam dapat tersebar luas, dan dari sini pula dapat dilihat bagaimana fungsi dan peran itu faktanya masih terasa nyata, tegasnya.
 
Adapun narasumber lain yang turut mengisi kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut (4-6/12), Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulteng, Sesditjen Bimas Islam, Kabag Perencanaan Ditjen Bimas Islam, Bappeda Provinsi Sulteng, Kanwil DJPB Provinsi Sulteng dan Dirjen Bimas Islam.
Hadir sebagai peserta rakor antara lain Alim Ulama, pimpinan ormas Islam, Organisasi Kepemudaan Islam, para penyuluh agama Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tengah dan Akademisi Perguruan Tinggi Islam Sulawesi Tengah.

(syafaat-syam/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.