Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Madrasah Rumah Tangga, Program Unggulan KUA Sagulung Batam

Batam, bimasislam -- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Bimas Islam, KUA, dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain memiliki tugas rutin pelayanan bidang administrasi nikah, wakaf, dan manasik haji tingkat kecamatan, KUA merupakan instansi terdepan dalam pembinaan umat.
 
Ditemui di ruang kerjanya (30/11), Kepala KUA Sagulung Batam, Hamdanis, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program unggulan selain tugas rutin. Program tersebut dinamakan "Madrasah Rumah Tangga" yang memiliki tujuan untuk menguatkan ketahanan keluarga melalui peningkatan pemahaman dasar-dasar Islam berbasis Aswaja.
 
"Program unggulan KUA kami disebut Madrasah Rumah Tangga. Program ini untuk meningkatkan wawasan dasar-dasar Islam berbasis Aswaja pada keluarga. Selain itu untuk menjaga dari paham dan aliran sempalan. Program ini dilaksanakan pada 174 Majelis Taklim sebagai kelompok binaan oleh para penyuluh agama honorer," katanya.
 
Ditanya tentang pelaksanaan program tersebut, Hamdanis menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan melalui pendidikan satu konsep untuk membangun kesamaan paham antar anggota keluarga. Hal ini, katanya, menjadi kata kunci kesuksesan dalam pembinaan keluarga.
 
"Pendekatannya dengan pembinaan langsung kepada kelompok-kelompok binaan. Diantara materi yang disampaikan bertema problematika rumah tangga dan solusinya. Setiap enam bulan sekali kami mengadakan pertemuan umum yang dikelompokkan pada ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anaknya. Diantara caranya melalui cerdas cermat dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan keluarga, misalnya siapa yang pertama kali membangunkan  subuh. Jika antara ayah, ibu dan anak jawabnya sama, berarti ada keserasian," imbuhnya.
 
Selain itu, KUA Sagulun juga mempelopori program celengan anak yatim. Setiap tahun, Majelis Taklim binaan menyelenggarakan santunan anak yatim pada bulan Muharram melalui celengan kaleng dari setiap keluarga yang diletakkan di dekat pintu rumah.
 
"Kami juga ada program celengan anak yatim melalui Majelis Taklim binaan. Setiap keluarga diberikan celengan kaleng agar anggota keluarga memiliki budaya infaq, khususnya untuk membiasakan anak-anak untuk menanamkan kebajikan melalui tabungan anak yatim dengan menyisihkan uang jajan untuk berinfaq," ujarnya bersemangat.
 
Ditanya tentang rata-rata jumlah infaq per kelompok yang terkumpul setahunnya, Hamdanis mengatakan sangat bervariasi. Menurutnya ada yang 3 juta hingga 12 juta. Anak yatim yang diberikan santunan sekitar 200-300 anak yatim dan dilakukan di bulan Muharram.
 
Beberapa program/kegiatan yang diikuti oleh Kepala KUA selain di atas adalah mempelopori zikir bulanan dan haul kecamatan Sagulung yang rutin dihadiri puluhan ribu jemaah, sekaligus dijadikan momen pengumpulan dana infaq melalui Form Doa yang akan dibacakan secara berjamaah. Dalam kesempatan tersebut juga sering diselipkan pesan-pesan program KUA untuk disampaikan kepada masyarakat.
 
(thobib al-asyhar/bimasislam)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.