Bimas IslamDirectorate General of Islamic Community Guidance

Penyerahan Dokumen KMA Ruislag Tanah Wakaf

Jakarta, bimasislam—Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Tarmizi Tohor menyerahkan dokumen Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Pemberian Izin Perubahan Status/Tukar Menukar Tanah Wakaf Yang terletak Di Jalan Hayam Wuruk Kelurahan Sawah Lama, Bandar Lampung dengan Tanah Penukar Yang Terletak Di Jalan Hayam Wuruk,Kelurahan Kedamaian, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Penyerahan tersebut dilakukan di Ruang Kerja Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Jl. M.H. Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
 
Pada kesempatan tersebut, Tarmizi berpesan agar perubahan status tukar menukar tanah wakaf yang dilakukan oleh pihak penukar untuk perluasan Chandra Supermarket dengan tanah wakaf yang ditukar kepada nazhir Yayasan Pendidikan Rakyat Islam (YPRI) Bandar Lampung dapat dioptimalkan untuk kemanfaatan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan. Ditambahkannya, pihak penukar yaitu Hendra Bunawan dan nazhir YPRI Bandar Lampung diwajibkan melakukan proses sertifikat tanah wakaf paling lambat 6 bulan sejak tanggal ditetapkan KMA tersebut.
 
Dikatakan Tarmizi, pihaknyaterus berupaya melakukan akselarasi proses administrasi dan hukum terkait dengan persertifikatan pengamanan dan perlindungan harta wakaf serta mendorong optimalisasi pemanfaatan aset wakaf untuk kesejahteraan umat.
 
Turut hadir pada acara penyerahan tersebut Plt. Direktur pemberdayaan Zakat dan Wakaf (H.M. Fuad Nasar), PT. Chandra Supermarket (Ariyanto Suparno), Nazhir YPRI (Askanuddin), Kabid Penais, Zakat dan Wakaf, Kanwil Kemenag Lampung (Wasril Purnawan), Kepala KanKemenag Kota Bandar Lampung (Seraden Nihan), dan jajaran pejabat eselon III dan IV di lingkungan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
 
(Achmad Soleh)

Baca Selanjutnya

Lihat semua
Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?
Berita · 26 Okt 2026

Bagaimana Ijtihad Ulama Berperan dalam Penetapan Status Halal Produk?

Menurut Fuad, bahan konsumsi dan produk pangan olahan berpotensi masuk kategori syubhat apabila asal-usul dan proses pengolahannya tidak dapat dipastikan. Ia menjelaskan, fatwa halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi dasar bagi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam menerbitkan sertifikat halal.