Pidie, Bimas Islam – Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pidie Aceh, sukses menggelar ajang penghargaan Ipari Pidie Appreciation (IDEA) 2024. Acara yang berlangsung di Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu malam (15/1/2025) ini memberi penghargaan kepada para penyuluh agama atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam membina masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Pidie yang diwakili Mauliza, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie Abdullah, Kasi Bimas Tgk. Isafuddin, serta sejumlah tokoh seperti Kepala Dinas Syariat Islam, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua MPU Pidie, Kapolres, Dandim 01/02, unsur Forkopimda, kepala KUA, dan para penyuluh agama.
Ketua panitia IDEA 2024, Tgk Ahyar M. Gade menyampaikan, penghargaan ini merupakan inisiatif pertama di Aceh yang dilakukan oleh organisasi penyuluh agama. Ia menjelaskan, acara tersebut sepenuhnya terlaksana berkat dukungan patungan dari para penyuluh agama di Pidie.
“Kegiatan IDEA 2024 dapat terlaksana berkat patungan dan swadaya para Penyuluh Agama Islam Kabupaten Pidie. Ini adalah bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa para penyuluh agama yang terus membina masyarakat,” ujar Ahyar.
Pada ajang ini, penghargaan diberikan dalam 10 kategori, yaitu Suluh Literasi Al-Qur'an, Suluh Wakaf, Suluh Pendamping Produk Halal, Suluh Terinovatif, Suluh Advokasi Hukum, Suluh Bina Lapas, Suluh Kreatif Media Sosial, Suluh Literasi Tulisan, Suluh Kesehatan Masyarakat, dan Suluh Moderasi Beragama.
“Tahun perdana IDEA ini diikuti oleh 52 peserta, menghasilkan 30 nominator, hingga akhirnya menetapkan 10 penyuluh terbaik di setiap kategori,” jelas Ahyar.
Bentuk Pengabdian Penyuluh Agama
Ketua PD IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin, mengapresiasi pelaksanaan IDEA 2024. Menurutnya, penghargaan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk ulama, pemuda, dan tokoh masyarakat.
“Para penyuluh agama telah melakukan berbagai kegiatan nyata, seperti pemberantasan praktik judi capit boneka di 32 titik di Pidie, penyuluhan di lapas, serta dakwah melalui media digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube,” ungkap Mukhlisuddin.
Ia menambahkan, kegiatan lain yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pidie, pembinaan calon pengantin melalui Program Bina Keluarga Sakinah, penyuluhan lingkungan hidup dengan penanaman pohon di Pantai Pasi Ie Luebeu, serta mendukung program wakaf produktif dengan menanam 1.000 pohon kelapa di Padang Tiji dan Batee.
Dihubungi terpisah, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, memberi apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan IDEA 2024. Ia menilai program ini mampu meningkatkan motivasi para penyuluh agama sekaligus menunjukkan hasil nyata di masyarakat.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini. Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan umat yang moderat, inklusif, dan berkeadilan,” kata Jamaluddin.
Ia berharap kegiatan seperti IDEA 2024 dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi penyuluh agama di seluruh Indonesia.
Penerima Penghargaan IDEA 2024
Berikut adalah daftar penyuluh agama terbaik penerima penghargaan dalam 10 kategori:
1. Suluh Literasi Al-Qur’an: Saifullah
2. Suluh Wakaf: Tgk Sayuthi Nur
3. Suluh Pendamping Produk Halal: Tgk Murtaza
4. Suluh Bina Lapas Perempuan: Juliana
5. Suluh Kesehatan Masyarakat: Tgk Khaliq Musnazi
6. Suluh Moderasi Beragama: Tgk Fazil
7. Suluh Literasi Tulisan: Tgk Azmi Abubakar
8. Suluh Kreatif Media Sosial: Tgk Fakhrurradhi
9. Suluh Terinovatif: Tgk Syahrizal
10. Suluh Advokasi Hukum: Tgk Ibrahim
Penghargaan khusus juga diberikan kepada KUA Kecamatan Glumpang Tiga sebagai KUA Berprestasi serta kepada inisiator IDEA 2024, yakni Tgk Mukhlisuddin, Tgk Ahyar M. Gade, dan Tgk Rinaldi.
Ba/Mr



