REKOMENDASI
TEMU KONSULTASI KEPUSTAKAAN ISLAM
“Literasi dan Penguatan Sistem Kepustakaan Islam”
Jakarta, 28-30 Maret 2018
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Presentase Muslim Indonesia mencapai hingga 12,7 persen dari populasi dunia atau berjumlah sebanyak 207.176.162 (87.18%). Menyusul pada peringkat 9 besar berikutnya adalah Pakistan (178 juta), India (177 juta), Bangladaesh (149 juta), Mesir 80 juta), Nigeria (76 juta), Iran (76 juta), Turki 76 juta jiwa), Algeria (38 juta jiwa) dan Maroko (32 juta jiwa).
Data yang menunjukkan tingginya kuantitas muslim Indonesia, ini, sayangnya tidak berbanding lurus dengan status yang lain seperti pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih tergolong rendah, yaitu 14,6 %. Misalnya saja, angka ini jauh lebih rendah dari Malaysia yang mencapai angka (28%) dan Singapura yang mencapai angka 30%.
Merujuk fakta ketertinggalan yang lain terutama dari sisi literasi, Indonesia menduduki ranking yang rendah, yaitu 60 dari 61 negara yang diteliti. Temuan yang dirilis oleh The World’s Most Literate Nations (WMLN) tahun 2016 ini lagi-lagi menempatkan Indonesia berada di bawah Malaysia dan Singapura.
Kekuatan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar masih tetap menjadi harapan bagi bangkitnya masa keemasan sebuah peradaban manusia dan tradisi literasi merupakan gerbang yang akan dilewatinya.
Tradisi literasi Islam atau yang belakangan ini masuk dalam bingkai besar Kepustakaan Islam, ingin meneguhkan kembali perihal kemandirian keilmuan dalam Islam.
Meski model Islam klasik dapat ditelusuri sejak era Baitul Hikmah di Baghdad, Bibliotheca Alexandria di Mesir, Al-Aziz Billah Kairo dan Az-Zahra di Cordoba Spanyol, namun ikhtiar transformatif ini sejatinya harus dilihat dari potensi kepustakaan Islam yang juga mengakar di Indonesia, seperti yang melekat pada 28.194 pesantren, 14.777 madrasah tsanawiyah/aliyah, 20.850 pustaka masjid/mushola hingga 600-an perguruan tinggi Islam.
Rumusan menjaga identitas Islam di era kecanggihan pasar raya digital ini adalah upaya penting dalam merawat niliai-nilai luhur moralitas dan tradisi keislaman yang ada di Indonesia. Berdasarkan segala bentuk harap dan ikhtiar dalam memaksimalkan potensi Kepustakaan Islam, maka Subdit Kepustakaan Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam, mengadakan Temu Konsultasi Kepustakaan Islam, yang berlangsug selama tiga hari, 28-30 Maret 2018, bertempat di Hotel Aryaduta, Jakarta, dan dihadiri oleh 34 Kanwil Kemenag Provinsi, LPBKI MUI, Kepala Perpustakaan PTKIS, Pustaka Pesantren, Pustaka Masjid, Komponen Pustaka Ormas Islam.Agenda temu Konsultasi mengangkat tema, “Literasi dan Penguatan Sistem Kepustakaan Islam”.
Rekomendasi
Berdasarkan pokok-pokok narasi di atas, maka dalam Temu Konsultasi Kepustakaan Islam Tahun 2018, dihasilkan 10 poin rekomendasi sebagai berikut:
1. Penguatan Struktur Organisasi Kepustakaan Islam di 34 Kanwil Kemenag Provinsi
2. Perumusan Standard Mutu Pengelolaan dan Sistem Pengendalian Kepustakaan Islam.
3. Pendataan dan Pemetaan Komponen Kepustakaan Islam di Indonesia, seperti:
a. Penerbit Buku Keislaman
b. Perpustakaan Pesantren/Dayah
c. Perpustakaan Masjid
d. Perpustakaan Ormas Islam
4. Penguatan Program Kerja Kemitraan Kepustakaan Islam bersama stakeholder terkait, diantaranya:
a. Perpustakaan Nasional
b. Perpustakaan PTKI
c. Perpustakaan Litbang Kementerian Agama
d. Perpustakaan Daerah
e. Lembaga Pentashih Buku dan Konten Islam (LPBKI) MUI Pusat
f. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Balitbang Kementerian Agama
g. Pusat Perbukuan (Puspurbuk)
h. Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama
i. Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Litbang Kementerian Agama
j. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)
5. Pengembangan Program Literasi dan Pustaka Islam, melalui kegiatan-kegiatan:
a. Bimbingan dan Pelatihan Kepustakawanan
b. Pameran Buku Keislaman
c. Penerbitan Karya-karya Ulama Islam Indonesia
d. Penerjemahan Kitab-kitab Turats (Arab-Indonesia) (Indonesia-Arab)
e. Digitalisasi koleksi-koleksi pustaka keislaman
6. Menghimpun dan mengoleksi buku-buku terbitan khusus Kementerian Agama, baik yang bersifat regulasi maupun referensi.
7. Membuat Repository Kepustakaan Ditjen Bimas Islam
8. Mendorong didirikannya Perpustakaan Islam Internasional
9. Mendesiminasi lahirnya materi-materi pustaka Islam yang moderat
10. Pemenuhan akses layanan literasi Islam bagi masyarakat difabel
Ditetapkan di Hotel Aryaduta Jakarta, Tanggal 30 Maret 2018/13 Rajab 1439 H.
Perwakilan TIM Rekomendasi Kepustakaan Islam:
1. KH. M. Abduh Al Manar M.Ag (LPBKI MUI PUSAT)
2. Dr. Mif. Rahim - PP. Tebuireng Jombang
3. H. Amrullah Hasbana – (Kepala Perpustakaan UIN Jakarta)
4. H. Abdul Hakim – (Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI)
5. Dedi Slamet Riyadi (Editor dan Penerjemah)
Penulis: Syafaat
Editor: Firli Hidayat
Foto: Aree Anshori



