Jakarta, Bimas Islam --- Sebanyak 1.500 Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag mengikuti Pelatihan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahap 2. Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Kemenag dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
"Dari pelatihan ini Kemenag berharap semakin banyak Penyuluh yang paham dan cakap digital. Semakin meningkat wawasan dan kemampuan TIK-nya dan dimanfaatkan untuk berdakwah di masyarakat," ungkap Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Kemenag, Syamsul Bahri di Jakarta melalui sambungan telepon, Senin (23/8/21).
Meningkatnya kemampuan digital ini, lanjut Syamsul, diharapkan membuat Penyuluh semakin masif dalam menyampaikan dakwah wasathiyah (moderat) melalui berbagai media digital dan media sosial. Selain itu, Syamsul juga berharap Penyuluh mampu memberikan kontra narasi.
"Selain dakwah wasathiyah, Kemenag berharap para Penyuluh alumni pelatihan ini mampu menyampaikan kontra narasi terhadap berbagai paham menyimpang yang beredar di media sosial," tambahnya.
Secara teknis, Syamsul juga meyakini, Penyuluh alumni pelatihan ini mampu menjawab dan memberikan solusi secara langsung terhadap berbagai ujaran kebencian dan berita bohong yang marak dijumpai di media sosial.
"Penyuluh diharapkan mampu memberikan jawaban melalui medsos sehingga masyarakat tidak terjebak ke dalam bahasa yang memecah belah bangsa dalam konteks sesama anak bangsa dan intern atau antar umat beragama," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pelatihan Teknis TIK Bagi Penyuluh Agama Tahap 2 diikuti oleh 1.500 peserta dari seluruh Indonesia. Pelatihan dilangsungkan secara virtual pada 25 Agustus 2021 sampai 3 September 2021. Pada pelatihan tahap pertama diikuti oleh 500 Penyuluh Agama dari seluruh Indonesia.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



