Jakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama terus berupaya memperkuat peran agama dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Hingga akhir 2024, total 211.265 remaja telah terbimbing melalui program BRUS, yakni 136.825 remaja pada 2023 dan 74.440 remaja pada 2024.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa program ini memiliki peran krusial dalam menghadapi bonus demografi.
"Bonus demografi merupakan keuntungan besar karena jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan anak-anak dan lansia. Namun, jika generasi muda tidak memiliki kehidupan yang baik, masalah sosial akan menjadi tantangan besar bagi kita," ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis Fasilitator BRUS Angkatan 1 dan 2 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Menurutnya, mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga yang kuat dan remaja yang berkualitas. "Melalui BRUS, fasilitator harus mampu menyampaikan nilai-nilai agama kepada remaja, agar mereka tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Abu Rokhmad juga mengajak fasilitator BRUS untuk mengambil inspirasi dari kisah Nabi Ibrahim dalam membangun keluarga. "Sejarah Nabi Ibrahim memberi banyak pelajaran tentang bagaimana membangun keluarga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai agama. Ini bisa menjadi inspirasi dalam membimbing remaja kita," tuturnya.
Ia menekankan bahwa fasilitator BRUS perlu menggunakan metode komunikasi yang dekat dengan dunia anak muda agar program ini berjalan efektif. "Kita harus berpikir kreatif dalam mendekati remaja, menggunakan pendekatan yang sesuai dengan mereka agar pesan yang disampaikan benar-benar diterima dan dihayati," jelasnya.
Dengan adanya BRUS, generasi muda Indonesia diharapkan tumbuh menjadi individu yang berkualitas, berakhlak, serta memiliki kedekatan dengan agama, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Msk/Mr



