Jakarta, Bimas Islam -- Tahun 2023, Kementerian Agama (Kemenag) akan merevitalisasi sebanyak 500 Kantor Urusan Agama (KUA) se-Indonesia. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 84 Tahun 2023 Tentang Penetapan Revitalisasi KUA Tahun 2023.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin menyebut, revitalisasi KUA merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang digulirkan sejak 2021, dan sebanyak 506 KUA telah direvitalisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Dirjen saat membuka acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), di Jakarta, Rabu (29/3/23).
“Revitalisasi KUA telah dilaksanakan dengan menyasar 106 KUA pada Tahun 2021 dan 400 KUA pada Tahun 2022, kemudian tahun 2023 ditargetkan 500 KUA,” ujarnya.
Menurutnya, KUA merupakan layanan terdepan Kemenag yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga harus memberi pelayanan prima.
“Karenanya peningkatan kualitas fisik dan non-fisik yang mengarah pada peningkatan kapasitas kelembagaan, kompetensi SDM, dan kualitas tata kelola sangat penting dilakukan,” paparnya.
Di depan 75 Kepala KUA se-Sumatera, Dirjen menegaskan, Bimtek tersebut harus berdampak pada layanan yang bermutu, terutama di bidang layanan keagamaan hisab rukyat dan syariah, kemasjidan, bina paham keagamaan Islam dan penanganan konflik, serta kepustakaan Islam.
“Sebagai orang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka kita perlu meningkatkan kualitas diri. Kita harus bisa update terhadap perkembangan zaman, rajin membaca realitas sosial di sekeliling agar bisa memberi layanan terbaik pada masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Bimtek Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah itu merupakan angkatan pertama zona sumatera. Kemenag menargetkan enam angkatan terlaksana di tahun 2023, yakni empat angkatan akan digelar di Jakarta, satu angkatan di Bandung, dan satu angkatan di Semarang.
An/Mr



