Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Penerangan Agama Islam (Dirpenais) Kemenag, Syamsul Bahri mengapresiasi 3 Penyuluh Agama Islam non-PNS yang dinobatkan sebagai Agent of Change Ekonomi Syariah pada Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat dan Wakaf di Aula HM. Rasjidi Gedung Kemenag Pusat, Jl. MH. Thamrin 6, Jakarta Pusat, Kamis (2/12/21) malam.
Menurut Syamsul, penghargaan tersebut merupakan bukti kerja nyata Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat.
"Penyuluh tidak hanya mengatakan, tetapi memberi contoh. Penyuluh memahami bahwa kinerja nyata lebih utama dibanding berkata-kata tanpa amal," ungkap Syamsul saat dijumpai di Lantai 8 Gedung Kemenag Pusat, Jl. MH. Thamrin 6, Jakarta Pusat, Jumat (3/12/21) siang.
Syamsul menambahkan, Penyuluh Agama Islam yang berjumlah 50.000 memiliki semangat dan komitmen kebangsaan dan keagamaan. Penyuluh bahkan rela mengorbankan waktu dan harta untuk memberikan bimbingan.
"Penyuluh memiliki semangat dan komitmen yang bagus dan ideal dalam mengawal misi besar meningkatkan kualitas umat di dunia dan akhirat," tambahnya.
Dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan, Syamsul juga menyoroti sikap Penyuluh yang senantiasa mengambil jalan tengah berbasis moderasi beragama.
"Penyuluh itu berbuat, inovatif, dan sangat kompromis dengan dinamika perkembangan zaman. Bahkan ada Penyuluh yang menghibahkan dana pribadi untuk tanah dan bangunan KUA," tambahnya.
Adapun tiga Penyuluh Agama Islam non-PNS yang mendapatkan penghargaan Agent of Change pada Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat dan Wakaf yang dihelat Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag adalah:
1. Muhammad Taufiq Maulana (Inisiator program Shanti (Share Konten Toleransi) di Denpasar, Bali).
2. Sumadianto (Inisiator program Urip Iku Urup Inovasi Perzakatan di Wilayah Transisi di Yogyakarta).
3..Salmiah (Inisiator Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



