Bogor, Bimas Islam --- Sebanyak 35 calon auditor syariah lembaga zakat mengikuti test awal Sertifikasi Akuntansi Syariah khusus Bidang Zakat (SAS.z). Kasubdit Akreditasi dan Audit Syariah Lembaga Zakat, Muhibuddin mengatakan, tes awal dilaksanakan untuk menghadapi uji kompetensi SAS.z yang dilaksanakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada Mei 2022.
“Syarat utama auditor syariah adalah memiliki kompetensi SAS.z. Semoga ujian bulan Mei nanti seluruh calon auditor lulus dan menambah jumlah auditor yang saat ini berjumlah 31 orang,” katanya saat ditemui di Bogor, Sabtu (9/4).
Muhibuddin mengatakan, saat ini terdapat 1.090 lembaga pengelola zakat berizin. Jumlah tersebut berasal dari 33 LAZ Nasional, 25 LAZ Provinsi, 45 LAZ kabupaten Kota, 1 Baznas Pusat, 34 Baznas provinsi, 464 Baznas Kabupaten/Kota, 50 Baznas Kab/Kota (non struktur/daerah minoritas), 308 kantor perwakilan LAZ Nasional dan 130 kantor perwakilan LAZ Provinsi.
“Dengan banyaknya jumlah lembaga pengelola zakat di Indonesia dibutuhkan penambahan jumlah auditor syariah,” ujarnya.
Muhibuddin berharap, bertambahnya jumlah auditor melebarkan daya jangkau jumlah lembaga zakat yang diaudit. Muhibuddin mengakui, selama tahun 2021 hanya bisa mengaudit sebanyak 50 persen jumlah lembaga zakat yang ada.
Sebagai informasi, 35 calon auditor syariah dari tanggal 7-9 April 2022 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Auditor Syariah Lembaga Zakat. Bimtek dilaksanakan sebagai agenda menyiapkan auditor syariah mengikuti ujian kompetensi SAS.z.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



