Depok, Bimas Islam --- Talkshow Qasidah dan Nasyid Melayu menjadi dialog pembuka pada gelaran Festival Seni Ramadan (FSR) Tahun 2021. Dalam talkshow ini, Dosen Universitas Indonesia, Abdur Rahman Muchtar merasa optimis terhadap masa depan perkembangan budaya melayu sebagai pemersatu bangsa.
"Budaya melayu merupakan bagian dari peradaban Islam dan terbukti menjadi pemersatu bangsa. Tanpa budaya melayu, bangsa kita akan terkotak-kotak. Budaya melayu tidak boleh dilupakan dan dihilangkan peranannya. Budaya melayu terbukti menyatukan bangsa," ungkap Dosen dan Pengurus UI, Abdur Rahman Muchtar saat menjadi narasumber Talkshow Qasidah dan Nasyid Melayu di Makara Art Center UI, Depok, Selasa (27/4/21).
Rahman mengaku optimis bahwa budaya melayu akan berkembang meski menghadapi tantangan zaman global. Ia menyebutkan tiga syarat bagi perkembangan budaya melayu di Indonesia.
"Saya sangat optimis terhadap perkembangan budaya melayu ini. Syaratnya ada tiga; pertama, terbuka dan menganggap penemuan lama sebagai anugerah dari Allah. Kedua, kreatif. Ketiga, cerdas," tambahnya.
Dalam talkshow ini, Rahman memberikan contoh bagaimana cara mengembangkan budaya melayu. Saat itu, tambahnya, Bahasa Melayu selalu menjadi bahasa resmi kesultanan meski di bawah penjajahan asing.
"Sultan mewajibkan setiap orang menggunakan Bahasa Melayu. Bahasa Belanda tidak pernah menjadi bahasa resmi kesultanan. Bahkan syarat menjadi Sultan harus piawai berbahasa Melayu. Semakin banyak penuturnya, maka bahasa atau budaya akan semakin berkembang," terangnya.
FSR 2021 merupakan kerja sama antara Direktorat Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Makara Art Center Universitas Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa-Jumat, 27-30 April 2021.
Kegiatan FSR 2021 berupa talkshow yang dilakukan setiap hari dan lomba tingkat nasional meliputi Lomba Cipta Lagu Religi, Lomba Baca Puisi Islami, Lomba Nasyid Snada dan Raihan, Lomba Humor Moderasi Beragama, Lomba Stand Up Komedi Sufi, dan Lomba Disain Cover Mushaf Al-Qur'an.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



