Jakarta, Bimas Islam -- Spesialis Keuangan Syariah, Greget Kalla Buana menyampaikan, ada keberkahan dalam sistem keuangan syariah yang belum tentu dimiliki sistem keuangan konvensional.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
“Dalam sistem keuangan syariah ada keberkahan dan kesejahteraan, stabil, dan terjaga. Sistem keuangan tersebut disiapkan untuk kehidupan selanjutnya, seperti waris dan wakaf,” jelasnya.
Menurut Greget, fondasi ekonomi dan keuangan syariah adalah akidah. Sistem bisnis keuangan yang di dalamnya tercermin dalam tata kelola keuangan yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Akidah dalam konteks pekerjaan, misalnya, kita percaya bahwa kekuasaan Allah yang dimanifestasi dalam bentuk karier bahwa kita diawasi dan akan dimintai pertanggungjawaban. Di sini ada akuntabilitas, transparansi, dan lain-lain,” tuturnya.
Selain didasari akidah, keuangan syariah juga dikuatkan dengan etika.
“Keuangan syariah di dalamnya juga ada akhlak, adab, manner, attitude, dan segala perilaku yang mengacu pada kebajikan,” ungkapnya.
Greget juga mengungkapkan, keuangan syariah untuk konteks sosial juga didasari ukhuah atau persaudaraan dan kesetiakawanan yang menekankan keseimbangan dan keadilan.
“Jangan pernah uang dijadikan sebagai orientasi. Uang ini adalah sarana. Dia bukan orientasi yang harus dikejar, tetapi apa yang ada di balik uang, yaitu dengan menjadi kaya bisa beribadah, membantu banyak orang, dan lainnya," pungkas Greget.
Ba/Mr



