Jakarta, bimasislam --- Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Ahmad Khairuddin menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw dapat dijadikan momentum untuk membina karakter bangsa. Sebab, peristiwa perjalanan Nabi Muhammad Saw itu diawali dengan pensucian jiwa (Tazkiyatun Nafs) dengan bekal Iman, Ilmu, dan Akhlaq untuk menjadi pemimpin yang dapat membawa rahmat bagi dunia.
“Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, hendaknya dijadikan momentum pembinaan karakter bangsa,” kata Khairuddin saat menyampaikan tausiyah pada Peringatan Isra’ Mi’raj Kenegaraan di Istana Bogor, Selasa (10/04).
Disampaikan Khairuddin bahwa ada tiga modal dasar, yaitu: iman (religi), ilmu (Iptek), dan akhlaq (kultur, adat dan prilaku), yang mengisi jiwa Nabi Muhammad pada awal perjalanan Isra Mi’raj. Ketiganya merupakan hal yang sangat substansial dalam pembinaan karakter bangsa.
“Bangsa Indonesia tidak akan maju menjadi bangsa yang besar, tanpa tiga modal dasar tersebut,” kata Khairuddin.
Khairuddin menjelaskan bahwa pesan inti dari Isra’ Mi’raj adalah shalat, sebagaimana yang tertuang dalam surat al-Ankabut ayat 45. Nabi Muhammad Saw sendiri berpesan bahwa “Barangsiapa mendirikan shalat, sesungguhnya ia telah menegakan agama. Barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama”.
“Sebagai tiang agama, shalat adalah do’a yang dihadapkan dengan sepenuh jiwa dan hati ke hadirat Allah Swt,” tegas Khairuddin.
Bagi Khairuddin, shalat merupakan wadah pembeningan jiwa dan rintihan hati nurani manusia yang berkumandang ke seluruh penjuru angkasa tanpa batas. Shalat juga sarana memohon kepada Allah agar mendapat kekuatan dan keteguhan untuk membangun diri, keluarga, masyarakat dan negara dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Ini menjadi bagian inheren dari dimensi pembinaan umat, revolusi mental, pembinaan karakter bangsa. Shalat merupakan bingkai pemanfaatan iman, peningkatan kualitas karya, penegakan kebenaran (haq), dan pengendalian diri (sabar),” tukas Khairuddin.
Sumber : kemenag.go.id
Penulis : M Arif Efendi
Editor : Khoiron
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



