Yogyakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah, Ismail Fahmi, mengajak umat untuk semakin bijak menerima perbedaan dalam penanggalan hijriyah di tanah air. Hal itu disampaikan Ismail saat ditemui di sela Rakornas Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) di Yogyakarta, Jumat (24/2/2023).
"Sesuai arahan Bapak Menteri Agama, beliau mengharapkan di tahun kerukunan ini Kementerian Agama tidak lagi memaksakan Ormas Islam bisa mempunyai hari ibadah yang sama. Kita lebih diharapkan untuk semakin menghormati keragaman, termasuk yang memang mempunyai penghitungan kalender berbeda," ujar Ismail.
Meski begitu, Ismail memastikan pemerintah tetap memberi bimbingan dalam bentuk Pedoman Kalender Hijriah Indonesia yang disusun para pakar falak dan astronomi serta instansi terkait. "Hal ini juga yang menjadi pedoman untuk penyusunan SKB hari libur Nasional," katanya.
Ismail berharap Ormas beserta umat Islam di tanah air dapat semakin bijaksana dan terbiasa menerima perbedaan. "Penerimaan terhadap perbedaan merupakan kunci kerukunan nasional. Ini merupakan implementasi dari sikap moderasi beragama," pungkasnya.
Rakornas Urais Binsyar digelar selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 23-25 Februari 2023 di Yogyakarta. Rakornas yang merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Rakernas Ditjen Bimas Islam di Ancol, Jakarta, itu dihadiri 120 peserta yang mewakili Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, para pejabat fungsional, mitra strategis, dan pegawai di lingkungan Direktorat Urais dan Binsyar.
Ska/Mr



