Banyuwangi, Bimas Islam -- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Amak Burhanudin mengatakan, Kampung Moderasi Beragama (KMB) menjadi wadah silaturahmi antarumat beragama di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
“Beragam pemeluk agama dan suku hidup berdampingan di sini, sehingga gerakan Kampung Moderasi Beragama ini menjadi wadah silaturahmi dan menegaskan rasa kebersamaan di tengah perbedaan suku dan budaya,” ujarnya kepada wartawan Bimas Islam, Rabu (5/7/23).
Menurut Amak, budaya masing-masing suku juga menjadi daya Tarik. Dia mencontohkan, kerukunan beragama dituangkan dalam drama musikal dan sendratari di bumi Blambangan.
“Kemudian yang unik dari KMB di Banyuwangi adalah pagelaran street food yang akan digelar setiap bulannya. Wisatawan bisa mencicipi aneka kuliner khas nusantara di Banyuwangi,” imbuhnya.
Amak berharap KMB menjadi media menjaga kerukunan umat beragama, budaya, dan tradisi. “Kita jadikan KMB jadi gerakan jaga NKRI yang tidak ada akhirnya, gerakan yang never-ending,” paparnya.
KMB merupakan program Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama yang akan diluncurkan pada Agustus mendatang. Menurut Kepala Subdit Penyuluh Agama Islam, Amirullah, KMB merupakan gerakan jangka panjang untuk menyebarluaskan pesan-pesan moderat, toleran, dan cinta tanah air dengan tujuan memberi dampak positif terhadap ketahanan nasional.
“KMB juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperkuat wawasan kebangsaan dengan menggelar dialog terkait persoalan kebangsaan,” kata Amirullah.
Amirullah juga menjelaskan, Kampung Moderasi Beragama merupakan ruang sapa baru bagi masyarakat untuk menciptakan harmoni antarumat beragama. "Targetnya, akan kita hadirkan di seluruh desa di Indonesia," pungkasnya.
An/Mr



