Bogor, Bimas Islam --- Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta, Khoirul Anam mengatakan, Kementerian Agama perlu memiliki daftar buku terbitan terbaru dari semua penerbit Islam di Indonesia.
“Jadi ketika ada terbitan baru, tim penilai buku bisa mengetahui buku-buku sebelum beredar atau ketika sedang beredar di masyarakat,” ujar Anam pada acara FGD Penilaian Buku Keagamaan 1 di Bogor, Selasa (15/6).
Gus anam, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Kementerian Agama memang belum memiliki hak secara legal untuk mengikat semua penerbit, namun tetap bisa terjalin dengan kerja sama.
Dengan menjalin kerja sama dengan penerbit Islam yang ada di Indonesia, menurut Gus Anam akan sangat memudahkan dalam mengetahui buku-buku terbaru.
“Karena sejatinya kehadiran buku-buku berkualitas, untuk meningkatkan minat baca masyarakat muslim di Indonesia,” ungkap salah satu anggota tim penilai buku Kementerian Agama.
Selain itu, menurut Gus Anam, buku-buku hasil telaah yang dilakukan tim penilai buku umum keagamaan, dapat di promosikan dari berbagai penerbit untuk meningkatkan minat baca dengan bacaan yang berkualitas.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



