Jakarta, Bimas Islam -- Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Nur Syam menyebut, konsep moderasi beragama yang terus digulirkan Kemenag mampu menjaga keutuhan bangsa dan negara. Hal ini disampaikan Nur Syam saat menjadi narasumber forum Diseminasi Masjid Pelopor Moderasi Beragama Bagi Penceramah.
Menurutnya, moderasi beragama merupakan langkah tepat dalam menjaga ekosistem kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Terlebih, kata dia, keragaman di Indonesia sangat tinggi, baik secara suku, agama, ras, maupun antargolongan.
"Moderasi beragama ini, kalau boleh saya katakan, bisa menjadi salah satu alasan utama negara kita tetap kokoh sampai 2045 nanti. Ini butuh perjuangan kita semua agar negara yang kita cintai ini tetap rukun dan damai," kata Nur Syam dalam acara yang digelar Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag di Jakarta, Rabu (7/12).
Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kemenag ini menjelaskan, konten terkait moderasi beragama di dunia maya masih sangat sedikit. Karena itu, dia mendorong para penceramah agama dan dai yang tergabung pada Majelis Dakwah Kebangsaan (MDK) untuk aktif di media sosial.
"Saat ini konten-konten keagamaan yang moderat di media sosial sangat minim. Justru lebih banyak konten-konten dengan narasi yang keras, ekstrem, serta tidak mencerminkan sikap keberagaman di Indonesia. Penceramah agama, dai, dan kita semua perlu menghadapi tantangan ini bersama," katanya.
Dia berharap, semakin banyak penceramah agama dan dai moderat yang kreatif mengisi lini dunia maya dengan konten mencerahkan. "Kita semua tentu berharap, narasi-narasi kebencian bisa digantikan dengan narasi-narasi moderat," tandasnya.
Hadir sebagai narasumber dalam forum Diseminasi MPMB Bagi Penceramah Agama ini antara lain Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Pengembangan Data dan Statistika Menteri Agama Hasanuddin Ali, serta Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama Alissa Wahid.
Hadir pula, Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Lubenah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada Selasa-Kamis (6-8/12) ini diikuti para penceramah agama yang tergabung dalam Majelis Dai Kebangsaan (MDK).
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



