Jakarta, Bimas Islam --- Nabi Muhammad Saw merupakan teladan kaum Muslimin. Nabi akhir zaman ini dipuji akhlaknya bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga mereka yang melancarkan permusuhan di awal dakwah Nabi.
Fenomena inilah yang disinggung Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam _Inside_ Ramadan Spesial Bimas Islam yang tayang di JakTV, Jakarta, Minggu (1/5/22) sore. Dirjen mengajak kaum Muslimin untuk terus merefleksikan ajaran dan teladan Nabi Muhammad.
"Nabi disenangi dan dicintai bukan hanya oleh umatnya tetapi juga oleh musuh-musuhnya. Mereka memusuhi Nabi, tetapi kagum dengan akhlak keseharian Nabi. Di mana ada Nabi, orang merasa senang, ada kehangatan di sana," ungkap Dirjen.
Dirjen melanjutkan, saat mengutus sahabat Mu'adz bin Jabal dan Abu Musa Al-Asy'ari, Nabi Muhammad berpesan kepada keduanya agar berdakwah dengan membawa kabar gembira.
"Berikan kemudahan dan jangan persulit. Berikan kabar gembira dan jangan membuat orang lari," tambahnya.
Spirit inilah yang menjadi kaidah dalam berdakwah. Menurut Dirjen, para penceramah, dai, dan tokoh agama diharapkan menampilkan ceramah yang sejuk dan damai.
"Agama yang baik pasti membahagiakan, menyenangkan, dan menyejukkan. Kalau ada pemuka agama yang masih suka menghardik, memfitnah, menghasut, menista, mohon maaf mereka harus belajar lebih banyak karena agama hadir sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta," pungkas Dirjen dalam acara bertajuk 'Ramadan Bulan Peningkatan Keimanan dan Solidaritas' ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



