Kendari, Bimas Islam --- Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya oleh KUA untuk meningkatkan mutu layanan terhadap masyarakat. Hal tersebut dikatakan Kakankemenag Kota Baubau Rahmat Ngkaali merespon program revitalisasi KUA.
Rahmat mengatakan, akselerasi layanan digital di KUA adalah sesuatu yang dibutuhkan. Ia meminta jajarannya memperdalam wawasan mengenai kemajuan digital sebagai bentuk persiapan program satu data Kemenag dengan penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
"Kita harus mendukung semangat dan tekad Menteri Agama Republik Indonesia dalam mewujudkan Kemenag baru yaitu perbaikan manajemen pelayanan, penguatan moderasi beragama serta transformasi pelayanan publik melalui revitalisasi KUA," kata Rahmat, Kamis (15/4).
Rahmat menjelaskan, revitalisasi KUA yang mencakup perbaikan dukungan sarana dan prasarana, perbaikan tata kelola, serta pengembangan jenis layanan dan bimbingan peningkatan kapasitas SDM dan integrasi sistem data dan informasi adalah hal mendesak dilakukan.
"Semangat Menteri Agama RI perlu ditranformasikan dalam bentuk kerja. Saya ingatkan, kita semua harus memberikan layanan terbaik pada umat yang membutuhkan layanan kita," tegasnya.
Ia mengapresiasi jajaran KUA Wolio di lingkungan Kankemenag Kota Baubau yang dipilih sebagai salah satu dari 100 KUA yang memenuhi kriteria menjadi model piloting revitalisasi di 34 provinsi di Indonesia.
"Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menjadi bagian dari KUA prioritas yang memenuhi kriteria kondisi bangunan representative gedung SBSN, secara berurutan memenuhi tipologi, a, b dan c, dan telah mendapat Bimtek Pusaka Sakinah," pungkasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



