Jakarta, Bimas Islam --- Putri sulung Presiden Keempat RI, Alissa Wahid berharap Kantor Urusan Agama (KUA) hadir dalam memberikan solusi perekonomian bagi seluruh keluarga di Indonesia. Pasalnya selama ini KUA hanya diidentikan dengan tempat menikah, sehingga manfaatnya belum dirasakan oleh masyarakat.
“Saya berharap revitalisasi KUA yang sedang dipersiapkan akan memberikan pendampingan wirausaha bagi keluarga yang membutuhkan,” katanya saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk KUA Percontohan Ekonomi Umat yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Senin (29/03).
Alissa menyatakan KUA bisa memulai memberikan peningkatan kompetensi pengelolaan usaha untuk Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS dan Non PNS. Saat para PAI sudah mendapatkan kompetensi tersebut, program dapat berjalan secepatnya.
“Jadi saat keluarga hadir ke KUA mengajukan peminjaman, penyuluh dapat memberikan pendampingan cara mengelola usaha dan terus dipantau perkembangannya,” urainya.
Alissa mengatakan untuk permodalan, Kemenag bisa melalui program zakat wakaf produktif, karena program tersebut sangat strategis dalam menekan angka kemiskinan.
“Dengan program zakat dan wakaf produktif, pendampingan dan pengendalian dapat dilakukan dengan mudah oleh PAI, bahkan dari jauh,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



