Tangerang, Bimas Islam --- Psikolog Keluarga Alissa Wahid mengatakan, pengelolaan keuangan keluarga tidak serumit yang dibayangkan, juga tidak semudah yang dipikirkan. Dalam pengelolaan keuangan keluarga, terdapat dua persoalan yang mesti dipahami yaitu jumlah penghasilan dan kebutuhan.
“Persoalan keuangan keluarga itu ada dua yaitu jumlah penghasilannya dan kebutuhannya. Artinya antara penghasilan dengan kebutuhan itu sesuai, maka aman-aman saja. Meski demikian, itu bukan patokan bahwa ekonomi baik-baik saja,” ujar Alissa Wahid kepada bimasislam di sela Bimtek Fasilitator Pengelolaan Keuangan Keluarga di Tangerang, Selasa (22/6).
Bimtek tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag. Kegiatan tersebut diikuti oleh 110 penghulu dan penyuluh dari 100 KUA yang direvitalisasi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Para peserta diwajibkan melakukan swab antigen.
Alissa menjelaskan, ketika sebuah keluarga memiliki penghasilan yang sama dengan jumlah kebutuhan mereka, maka situasi tersebut berada pada garis paling standar. “Penghasilan dan kebutuhan yang seimbang bukan patokan bahwa kondisi keuangan keluarga sedang baik, karena selalu ada biaya tambahan yang tak bisa diprediksi,” tuturnya.
Menurut Alissa, ketika biaya tak terprediksi itu muncul, seringkali menjadi hal yang dipersoalkan oleh pasangan suami istri (pasutri), sebab menyangkut antara kondisi keuangan yang standar dengan kebutuhan tak terduga yang mereka miliki. “Maka menjadi tidak mengherankan ketika salah satu alasan perceraian karena masalah itu,” katanya.
Meski demikian, Alissa tidak membenarkan pasutri larut dalam perselisihan persoalan keuangan keluarga. “Makanya melalui Bimtek ini kita mempersiapkan agar para fasilitator bisa mengajarkan pengelolaan keuangan kepada keluarga-keluarga muslim muda di lingkungan kecamatan di mana mereka bertugas,” tegasnya.
Bimtek Fasilitator Pengelolaan Keuangan Keluarga tersebut dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, dan diisi beberapa narasumber seperti Psikolog Keluarga Nurmey Nurulchaq, Divisi Lembaga Kesejahteraan Keluarga (LKK) PWNU DIY Ahmad Ghozi dan Sholahuddin.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



