Jakarta, Bimas Islam --- Anggota Tim Pokja Moderasi Beragama Kementerian Agama (Kemenag) Alissa Wahid mengatakan, masjid berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Hal ini disampaikan Alissa saat mengisi Sharing Session Revitalisasi Peran dan Ekosistem Masjid dalam Pembinaan Umat.
“Masjid berpotensi menjadi pusat sumber daya dan ekonomi keagamaan. Masjid bisa mengambil peran untuk menjadi pusat pengumpulan dana sosial yang manfaatnya dikembalikan kepada umat atau masyarakat di sekitar masjid,” kata Alissa di Hotel Mercure Sabang, Jakarta, Selasa (23/8).
“Sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku, masjid bisa juga menjadi tempat penyaluran, karena pengumpulannya bisa dilakukan di tempat lain. Kalau masjid kita siap untuk menyalurkan dana keagamaan ini, kita tidak akan mengalami situasi-situasi seperti kemarin dalam kasus ACT,” imbuhnya dalam acara yang dihelat Subdit Bina Paham Keagamaan dan Penangangan Konflik Ditjen Bimas Islam Kemenag.
Menurutnya, masjid di Indonesia bisa menjadi pusat pengumpulan dan penyaluran dana keagamaan, sebab masyarakat Indonesia sangat senang menyumbang. Indonesia, kata dia, memiliki posisi paling tinggi dalam World Giving Index sedunia.
“Indonesia itu senang menyumbang, apalagi kalau nyumbangnya untuk agama. Nah, bagaimana kalau masjid-masjid ini menjadi pusat pengumpulan dan penyaluran dana sosial keagamaan yang dapat dipercaya, akuntabel, sehingga warga itu ketika nyumbang tidak perlu ke tempat lain. Cukup ke masjid di sekitar dia tinggal,” katanya.
Karenanya, Alissa berharap, melalui revitalisasi peran dan ekosistem masjid dalam pembinaan umat, masjid dapat berperan meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama, mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin, serta pemberdayaan ekonomi umat. “Poin ini yang kita harapkan,” tegasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



