Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Praktisi Moderasi Beragama, Alissa Wahid mengatakan, dalam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam, penghulu punya peran menjaga kehidupan umat beragama, sebab mereka hadir langsung di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Alissa dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Penghulu Berbasis Moderasi Beragama yang digelar Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah secara luring di Tangerang Selatan, Kamis (26/8). Kegiatan itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
"Penghulu harus bisa merespons dengan benar ekspresi keagamaan dan cara beragama sebagian masyarakat yang cenderung ekstrem, baik ke kanan maupun ke kiri. Ini penting dilakukan karena penghulu berada di tengah masyarakat," ujar Alissa di Tangerang Selatan, Kamis (26/8) malam.
Menurut Alissa, peran tersebut wajar diemban penghulu, sebab penghulu adalah representasi atau mencirikan bagaimana Kantor Urusan Agama (KUA) atau Kantor Kementerian Agama di kabupaten/kota berada dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
"Moderat itu berprinsip pada keadilan dan keberimbangan, berpilar pada komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, serta penghormatan terhadap tradisi selama tidak bertentangan dengan ajaran pokok agama. Jadi, penghulu ketika memberikan pelayanan tidak boleh membeda-bedakan siapa yang dilayaninya, golongannya apa,” kata Alissa.
Alissa menegaskan, satu hal yang harus diingat, agama itu membawa damai. Ia berharap, Indonesia yang menjadi rumah bagi banyak suku, agama, dan ras, bisa menjadi tempat yang ramah bagi semua kalangan demi menjaga keberagaman.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



