Tangerang, Bimas Islam --- Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Alissa Wahid mengungkapkan, ada empat tahap strategi agar tujuan Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) dapat tercapai.
Demikian dikatakannya saat menjadi narasumber pada acara “Revitalisasi KUA Melalui Program dan Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Angkatan 1” di Tangerang, Sabtu (01/4) dini hari.
“Strategi pertama adalah meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama, karena ini menjadi tujuan akhir makanya ditaruh yang paling pertama, jangan sampai apa yang kita lakukan tidak membawa perubahan, artinya setiap program layanan dan setiap program serta aspek kehidupan yang ada di KUA tujuannya harus meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama,” ungkapnya.
Menurut Alissa, ibarat mulai dari pintu gerbang sampai pintu belakang KUA seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama, bagi yang tidak membawa kearah peningkatan kualitas kehidupan umat beragama harus ditinggalkan.
"Jangan sampai energi kita terpakai untuk hal yang tidak membawa kita ke arah yang kita harapkan, karena KUA merupakan institusi terdepan yang harus mengetahui gerak keagamaan di masyarakat sehingga tidak hanya layanan nikah rujuk saja," paparnya.
Strategi yang kedua, kata Alissa, penguatan peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan. “Dengan memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan di tingkat Kecamatan, kalau ada apa-apa dengan umat Islam di tingkat Kecamatan harusnya KUA yang yang dijadikan rujukan, bukan lainnya,” ungkap pemilik nama asli Alissa Qotrunnada Munawwarah Wahid.
Kemudian strategi yang Ketiga, lanjut Alissa, yaitu penguatan peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan. KUA harus terdepan dalam mengurusi keagamaan, seperti yang diharapkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang disebut sebagai revitalisasi KUA.
“Strategi yang keempat, yaitu penguatan program dan layanan keagamaan, maka di disinilah pentingnya bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar),” paparnya.
Sebagai Informasi, acara yang digelar oleh Direktorat Urais Binsyar tersebut, dihadiri oleh 100 peserta dari 8 perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Banten. 100 peserta tersebut terdiri dari Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam dan Operator, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



