Jakarta, Bimas Islam -- Tim Ahli Pokja Moderasi Beragama, Alissa Wahid menyampaikan pentingnya sikap adil dan berimbang dalam konsep moderasi beragama. Hal ini disampaikan Alissa saat menjadi narasumber pada forum Diseminasi Masjid Pelopor Moderasi Beragama (MPMB) Bagi Penceramah Agama.
Alissa mengatakan, negara hadir memberikan layanan bagi semua agama yang diakui di Indonesia tanpa membeda-bedakan. Karena itu, menurutnya, budaya mayoritas-minoritas yang sering terjadi di Indonesia hanya memicu konflik.
"Moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya," kata Alissa.
Alissa berkisah, Abdurrahman Wahid atau dikenal Gusdur pernah ditanya koleganya dari Korea Selatan (Korsel). Saat itu, ungkap dia, pemimpin Korsel heran mengapa Gusdur memberi kebebasan luas kepada agama lain padahal mempunyai kesempatan memperkuat Islam di Indonesia.
Gusdur, lanjut Alissa, menjawab bahwa memperlakukan umat agama lain secara adil dan berimbang tidak hanya untuk kepentingan pribadinya, tetapi untuk kepentingan umat Islam itu sendiri. Sebab, dia mengungkapkan, Gusdur mempunyai pandangan bahwa umat Islam di tempat lain tidak selalu menjadi mayoritas.
"Karena itu, salah satu tantangan dalam konsep moderasi beragama adalah mayoritas-minoritas. Terlebih lagi, mayoritas-minoritas itu lingkupnya bukan lagi nasional, tapi sudah kabupaten. Ini tentu lebih mengkhawatirkan karena potensi terjadi konflik di mana-mana sangat tinggi," kata Alissa.
Alissa berharap, melalui forum Diseminasi Masjid Pelopor Moderasi Beragama Bagi Penceramah Agama yang diinisiasi Direktorat Penerangan Agama Islam ini bisa mengurai budaya mayoritas-minoritas. "Ini menjadi tantangan kita semua," tandasnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



