Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, anak muda yang memiliki wawasan ekonomi syariah adalah anak muda yang keren. Anak muda yang memiliki wawasan terkait keuangan dalam Islam bisa menjadi agent of change ekonomi syariah di Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Senin (3/7/2023).
“Generasi Z jumlahnya 27% dari total populasi di Indonesia. Ketika Indonesia panen bonus demografi, Indonesia akan menjadi negara yang sangat kuat. Dan di saat yang sama, negara-negara maju saat ini mengalami masalah populasi yang semakin tua. Diprediksi peneliti, Indonesia akan menjadi negara maju, tidak lagi negara berpenghasilan menengah, tapi berpenghasilan tinggi, karena ekonomi makin kuat, SDM-nya bagus,” tutur Dirjen.
Kamaruddin mengungkapkan, saat ini BWI dan Kementerian Agama tengah menggalakkan wakaf uang (tunai). "Setiap orang bisa berwakaf. Kalau dulu orang berwakaf tanah, masjid, madrasah, kuburan, dan lainnya, sekarang dengan uang Rp15 atau Rp20 ribu sudah bisa berwakaf," tuturnya.
“Saya membayangkan anak muda Indonesia memiliki life style yang suka berwakaf. Kalau kalian berwakaf 100 ribu per tahun, dikalikan 100 juta umat Islam, itu hasilnya triliunan. Itu sesuatu yang mungkin diwujudkan. Jika itu terwujud, kita akan memiliki kekuatan (ekonomi) yang sangat dahsyat,” imbuhnya.
Di akhir, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama 2014-2020 ini memotivasi mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab. Menurutnya, kemampuan kedua bahasa ini cukup untuk menjadi modal menghadapi era globalisasi.
“Bahasa Arab-Inggris kalian harus bagus. Di zaman saya kalau bahasa Inggris mewah sekali. Sekarang, tidak lagi. Kalau anda bisa bahasa Inggris sekarang, biasa-biasa saja. Di era globalisasi seperti ini tidak ada alasan untuk tidak memiliki bahasa Inggris dan bahasa Arab yang bagus. Kalian mesti kuasai keduanya. Kemudian, jika kalian memiliki hardskill dan softkill tentang zakat, anda pasti akan berkontribusi untuk kemajuan Indonesia di masa akan datang,” tegasnya.
Kegiatan Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah berlangsung di Jakarta selama tiga hari, Senin-Rabu (3-5/7/2023).
Kegiatan ini dihadiri 75 orang yang terdiri dari mahasiswa/i perwakilan 18 perguruan tinggi pada jurusan/prodi Manajemen Zakat dan Wakaf serta Ekonomi Syariah di Jabodetabek, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi yang didanai dari dana DIPA Ditjen Bimas Islam tahun 2023.
Ba/Mr



