Jakarta, Bimas Islam -- Spesialis Keuangan Syariah, Greget Kalla Buana mengatakan, anak muda mesti mengampanyekan ekonomi syariah dengan cara yang khas. Tidak dengan cara-cara teoritis, namun lebih aplikatif.
Hal itu disampaikannya saat ditemui wartawan Bimas Islam di sela kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah di Jakarta, Selasa (4/7/2023).
“Kampanye ekonomi syariah yang dilakukan harus dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kampanye yang dekat dengan hal yang digandrungi anak muda seperti lingkungan, kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan,” jelasnya.
Greget Kalla mengungkapkan, "ekonomi syariah atau zakat dan wakaf jangan hanya digambarkan sebagai instrumen keuangan. Anak muda mesti mengampanyekan dampak yang dihasilkannya untuk kehidupan sehari. Hal-hal ini yang lebih dekat dengan kaum muda."
Greget melanjutkan, ekonomi syariah bukan untuk orang Islam saja, tapi untuk semua umat.
“Bicara ekonomi syariah atau keuangan syariah bukan hanya untuk orang Islam. Tujuannya utamanya adalah untuk mencapai falah (keberuntungan) untuk semua, rahmatan lil'alamin,” ungkapnya.
Greget juga menyebut, manfaat dari ekonomi syariah tidak hanya dirasakan oleh manusia, tapi juga hewan, lingkungan, tumbuhan, dan alam semesta.
“Anak muda bisa kembangkan keuangan syariah dan dampaknya bisa dirasakan lebih banyak, tidak hanya manusia,” pungkasnya.
Kegiatan Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah itu berlangsung di Jakarta selama tiga hari, Senin-Rabu (3-5/7/2023), dihadiri sebanyak 75 mahasiswa/i perwakilan dari 18 perguruan tinggi pada jurusan/prodi Manajemen Zakat dan Wakaf serta Ekonomi Syariah di Jabodetabek, Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
Ba/Mr



