Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mendorong BAZNAS dan LAZ untuk menyiapkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini mengingat grafik penularan Covid-19 di Indonesia yang kembali melonjak sejak awal tahun 2022.
Tarmizi mengatakan, dengan kembali meningkatnya angka penularan Covid-19 di Indonesia, kemungkinan besar pemerintah akan kembali menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat sehingga diperlukan antisipasi oleh BAZNAS dan LAZ untuk membantu perekonomian warga yang terdampak.
"Karena angka Covid-19 kembali naik, maka masyarakat akan kembali terdampak dari segi ekonomi yang sebelumnya sudah dapat berjalan normal, kini bisa kembali terhambat," terang Tarmizi di Jakarta, Senin (7/2/2022).
Tarmizi menyampaikan, sejumlah program pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi dana zakat sudah dijalankan oleh BAZNAS dan LAZ. Hal ini perlu terus dilakukan secara berkesinambungan agar manfaat dari zakat produktif bisa dirasakan, khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19.
"Saya selalu sampaikan, zakat itu bukan hanya bagi sembako lalu selesai. Tapi bagaimana memberdayakan masyarakat sehingga taraf ekonominya semakin baik dan bahkan dapat membantu mustahik lainnya," tegasnya.
Sebagai informasi, menurut data dari Satgas Penanganan Covid-19, pada Senin (7/2/2022) terdapat sebanyak 26.121 kasus baru penularan Covid-19 di seluruh Indonesia. Provinsi DKI Jakarta menjadi yang terbanyak dengan 12.682 kasus.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



