Padang, Bimas Islam -- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sumatera Barat Helmi mengapresiasi peran Penghulu terkait penurunan angka perceraian di Sumatera Barat. Dikatakannya, Sumatera Barat tidak lagi masuk dalam 10 besar provinsi dengan angka perceraian tertinggi. Apresiasi tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Moderasi Beragama bagi Penghulu di Hotel Rocky , Kota Padang, Rabu (2/3/2023).
Helmi menyampaikan, indikator keberhasilan Penghulu dinilai melalui dua aspek. Pertama, adalah bersih dari permasalahan hukum. Ketaatan hukum menurutnya menjadi hal yang harus diapresiasi.
"Tahun 2022 kita tidak mendengar adanya kegiatan pernikahan yang mengalami permasalahan hukum. Ini patut kita apresiasi, karena Penghulu taat hukum semuanya," ucap helmi.
Kemudian, indikator berikutnya adalah turunnya angka perceraian yang juga menandakan telah tercipta keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
"Ini artinya Penghulu telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menurunkan angka perceraian, terutama di Sumatera Barat," tutur Helmi.
Terakhir ia menyampaikan, kolaborasi dan sinergi antarpenghulu perlu dilakukan. Ia pun berpesan agar para Penghulu selalu menjaga solidaritas.
"Jika hendak kekal bersahabat jangan mementingkan diri sendiri. Penghulu itu memang hebat karena tergabung dalam Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI)," pungkas Helmi.
Dalam kegiatan ini, Kakanwil Sumatera Barat didampingi Kepala Bidang Urais serta jajaran Tim Kerja Bidang Urais. Hadir 60 peserta, 35 orang diantaranya Penghulu dari Sumatera Barat dan 25 Penghulu dari Provinsi Bengkulu. Menjadi narasumber, anggota Komisi VIII DPR RI dan Pokja (Kelompok Kerja) Moderasi Beragama Pusat.
Fn/Mr



