Ponorogo, Bimas Islam --- Dua animator muda asal Kabupaten Ponorogo, Afif dan Dibyo menyampaikan apresiasi atas perhatian Bimas Islam Kemenag RI yang telah menghelat Kompetisi Film Pendek Animasi Islami di tingkat Provinsi dan Nasional pada tahun 2021.
Bagi keduanya, kompetisi ini merupakan angin segar bagi para animator lokal yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius. Padahal, katanya, karya animator dalam negeri bisa bersaing dengan animator luar negeri.
"Senang sih. Bagus banget Kemenag mengadakan Kompetisi Film Pendek Animasi Islami," kata Afif saat dijumpai bimasislam di Ponorogo, Selasa (21/12/21).
"Semoga dengan perhatian ini animasi karya anak bangsa lebih maju dan gak kalah dengan luar. Untuk teman-teman pelaku animasi, terus belajar dan jangan pernah menyerah," tambahnya menyemangati.
Senada dengan Afif, Dibyo berharap perhatian Kemenag kepada para animator ini terus dikembangkan. Pihaknya berharap adanya komunitas yang menaungi para animator agar konten kebaikan pada film animasi bisa sampai kepada masyarakat secara masif.
"Saya berharap agar teman-teman komunitas animator ini ada yang menaungi secara khusus, minimal dalam bentuk media. Karena gak semua animasi karya teman-teman ini viral. Jadi semacam paguyuban untuk membantu publikasi film animasi," terang pria yang baru menikah ini.
Sebagai informasi, Afif dan Dibyo merupakan sosok di balik film animasi berjudul Suri Tauladan. Film pendek animasi islami gubahan keduanya berhasil mendapatkan Juara 1 Tingkat Nasional pada Kompetisi Film Pendek Animasi Islami yang dihelat Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Ini Langkah Kemenag Jadikan Dana Sosial Keagamaan Instrumen Strategis Pengentasan Kemiskinan
Bandung, Bimas Islam — Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya…



