Jakarta, Bimas Islam --- Dalam rangka menangkal hoaks yang semakin masif beredar di media sosial, Ditjen Bimas Islam Kemenag telah menandatangani nota kesepahaman bersama Kominfo untuk melakukan pelatihan kepada para penyuluhan agama Islam pada Senin (21/6) lalu.
Direktur Penerangan Agama Islam, Syamsul Bahri menyampaikan, pelatihan tersebut memang dianggap sudah sangat mendesak dan dibutuhkan pada saat ini. Hal ini mengingat para penyuluh agama Islam mempunyai kedudukan cukup berpengaruh di tengah masyarakat.
"Sebab ketika informasi ini sudah masuk di media sosial, kadang-kadang masyarakat menganggap itu benar tanpa tabayyun. Ketika ada penjelasan dari penyuluh, minimal bisa mengurangi kebingungan di tengah masyarakat," papar Syamsul saat menjadi narasumber dalam Podcast Bimas Islam To The Point, Selasa (29/6).
Syamsul meminta, para penyuluh mampu memberikan klarifikasi dan penjelasan kepada masyarakat terhadap suatu informasi yang simpang siur. Pasalnya, info hoaks ini dapat berpotensi memecah belah kerukunan hidup berbangsa dan bernegara yang sudah terjalin selama ini.
"Jadi ada penjelasan yang memberikan jawaban, karena berita hoaks ini seringkali menyulut emosi masyarakat. Kadang-kadang tanpa melihat sumbernya langsung disebarluaskan begitu cepat karena terprovokasi," imbuhnya.
Maka dari itu, Syamsul menilai, program pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi penyuluh agama Islam yang digagas oleh Kominfo sangat baik untuk meningkatkan kompetensi mereka.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



