Sofifi, Bimas Islam --- Senja menyapa indah Masjid Nurul Hasan di Kompleks Kantor Gubernur Maluku Utara (Malut), Kota Sofifi, Selasa (19/10/21). Edy, lelaki berusia 33 tahun asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah duduk santai menikmati kopi gratis yang disediakan pengurus masjid.
"Saya sedang menunggu Kafilah Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional ke-26 dari Provinsi Bangka Belitung," katanya sembari tersenyum.
Ayah dua orang anak ini mengaku antusias saat pertama kali diajak ke Malut. Pria yang berprofesi sebagai sopir ini pun mengaku menikmati meski menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Sulsel.
"Kami semua 23 mobil mini bus dari Makassar. Kami konvoi sejak Rabu, 7 Oktober 2021," tambahnya.
Dari Makassar, konvoi mobil mini bus membutuhkan waktu 3 hari untuk sampai di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) menuju Pelabuhan Sidangoli. "Dari Bitung menyeberang menggunakan kapal besar selama 18 jam," terangnya sembari menyeruput kopi.
Setibanya di Sidangoli, konvoi mobil dilanjutkan ke Sofifi, Maluku Utara. "Sekitar 1,5 jam dari Sidangoli ke Sofifi. Jadi total perjalanan 5 hari dari Makassar ke Sofifi," tambahnya.
Bagi Edy, perjalanan melayani Kafilah STQH merupakan berkah. Apalagi, ini pengalaman pertama menginjakkan kaki di bumi Moloku Kie Raha.
"Sangat antusias dan bahagia. Alhamdulilah, ini pengalaman baru. Istri dan anak-anak pun mendukung," pungkasnya.
Edy beserta puluhan sopir lainnya akan terus berkhidmat hingga seluruh kafilah kembali ke daerah asal. Kesabaran mereka saat menjemput di pelabuhan, mengantar ke penginapan dan venue juga mengantarkan ke pelabuhan, pasti akan dicatat sejarah sebagai sebuah kebaikan.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



