Sejatinya, menebarkan hoaks tidak termasuk hal yang membatalkan puasa. Pasalnya, itu tidak masuk dalam pelbagai hal yang membuat puasa batal. Akan tetapi, di sisi lain, menebarkan hoaks dan kebencian di bulan Ramadhan dapat mengurangi pahala puasa. Artinya, orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala, hanya sekadar menahan lapar dan dahaga semata.
Lebih lanjut, sejatinya tujuan utama syariat puasa bukan untuk melaparkan perut semata, tetapi untuk mengalahkan gejolak hawa nafsu dan menundukkan nafsu ammarah. Hakikat puasa, menahan segala sesuatu yang membuat pahala puasa terkuras habis.
Pendapat serupa juga dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqallani di kitab kitab Fathul Bari, Allah tidak akan akan menerima puasa orang yang melakukan perbuatan zur. Lantas apakah yang dimaksud dengan perbuatan “zur”? Jawabannya adalah: al kidzbu [berkata bohong]. Demikian itu dijelaskan Ibnu Hajar saat menjelaskan syarah hadits shahih yang diriwayat Imam Bukhari, Allah tidak akan melirik ibadah puasa orang yang tidak meninggalkan perkataan zur. Nabi bersabda:
ู ููู ููู ู ููุฏูุนู ูููููู ุงูุฒููููุฑู ููุงููุนูู ูู ูุจููู ููููููุณู ููููููู ุญูุงุฌูุฉู ูููู ุฃููู ููุฏูุนู ุทูุนูุงู ููู ููุดูุฑูุงุจููู
“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan sia-sia, maka Allah tidak berkepentingan sedikitpun terhadap puasanya.” (HR. Bukhari).
Pada sisi lain, terdapat hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah di dalam kitab Sunan-nya dari Abu Hurairah yang menggambarkan sia-sianya puasa seseorang yang hanya mampu menahan diri dari rasa lapar saja, tanpa bisa mengalahkan hawa nafsunya. Nabi bersabda:
ุฑูุจูู ุตูุงุฆูู ู ููููุณู ูููู ู ููู ุตูููุงู ููู ุฅููุงูู ุงููุฌูููุนู ููุฑูุจูู ููุงุฆูู ู ููููุณู ูููู ู ููู ููููุงู ููู ุฅููุงูู ุงูุณููููุฑ
“Banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apapun kecuali rasa lapar. Banyak orang yang beribadah di malam hari, namun yang didapatkannya hanyalah keletihan akibat tidak tidur malam” (HR. Ibnu Majah).
Pada sisi lain, kendati tidak sampai membuat puasa Ramadhan menjadi batal, tetapi menahan diri dari berbicara yang tidak baik—berbohong, mencaci, berdusta, mengumpat, adu domba—, saat sedang melaksanakan puasa termasuk bagian sunnah puasa. Nabi bersabda:
ู ููู ููู ู ููุฏูุนู ูููููู ุงูุฒููููุฑู ููุงููุนูู ูู ูุจููู ููููููุณู ููููููู ุญูุงุฌูุฉู ูููู ุฃููู ููุฏูุนู ุทูุนูุงู ููู ููุดูุฑูุงุจููู
“Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan zur, maka Allah tidak berkepentingan sedikitpun terhadap puasanya.” (HR. Al Bukhari).
(Tim Layanan Syariah)



