Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin memuji para peserta yang mengikuti seleksi program Seleksi Imam Masjid ke Uni Emirate Arab (UEA) 2023 tahap kedua yang digelar Kementerian Agama.
Kamaruddin juga mengatakan, pengiriman imam masjid ke UEA merupakan kehormatan tersendiri bagi Indonesia. Ia berharap para imam yang terpilih diberi perlakuan secara terhormat sebagai imam yang telah mengikuti proses seleksi panjang.
“Kita bersyukur, kita berbangga, Indonesia diberikan kesempatan, diberikan kehormatan untuk bisa menjadi imam di negara yang berbahasa arab dan negara yang banyak ulamanya, tapi ternyata Indonesia dibutuhkan. Mudah-mudahan anak-anak kita yang kita kirim ke sana juga mendapat perlakuan terhormat di sana,” ujarnya pada acara Pembukaan Seleksi Calon Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA) Tahap Kedua (10/5/2023), di Jakarta.
“Kami ingin semua imam yang kita kirim diperlakukan secara terhormat, karena mereka ini memang orang-orang terhormat dan pilihan,” lanjutnya.
Selain memberi arahan terkait pengiriman imam masjid ke UEA, Kamaruddin juga mengungkapkan, ia berencana menggelar program sertifikasi dan standarisasi imam masjid di Indonesia.
Pembukaan Seleksi Calon Imam Masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA) Tahap Kedua ini dihadiri Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib, para juri yang akan mewawancara secara Daring, serta pejabat Bimas Islam eselon III dan IV. Acara ini diikuti 264 peserta lolos seleksi administrasi secara Daring.
Fn/Mr



