Tanjung Selor, Bimas Islam --- Kakanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Saifi mengapreasiasi gelaran Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI). Menurutnya, film pendek islami memiliki nuansa dakwah dan mampu pengaruhi kepribadian generasi muda.
"Film pendek islami merupakan salah satu sarana dakwah untuk menyentuh perasaan generasi muda. Generasi muda yang akrab dengan teknologi informasi sangat sesuai jika disuguhi dengan film pendek yang diunggah di berbagai platform media sosial," ungkap Saifi saat membuka Penjurian KFPI Kaltara di Tanjung Selor, Senin (27/6/22).
Film pendek islami juga menjadi bagian dari pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal. Konten tersebut dikemas dalam bentuk film yang temanya disesuaikan dengan karakter generasi muda.
"Nilai dakwah yang ditampilkan dalam film diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan sehari-hari," harapnya.
Saifi menambahkan, kompetisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam Direktorat Penerangan Agama Islam ini berhasil memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.
"Kompetisi ini sangat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik melalui film bernuansa dakwah," pungkasnya.
Adapun para juara KFPI Kaltara sebagaimana diumumkan Dewan Juri pada Selasa (28/6/22) adalah:
Juara 1: Penghulu di Hulu Sungai karya Hari Subagio (Kota Tarakan),
Juara 2: Bisikan Syurga Di Tapal Batas karya Mutiara Bangsa Official (Kab. Nunukan),
Juara 3: Menyusur Batin karya Hari Subagio
(Kota Tarakan).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



