Jakarta, Bimas Islam - - Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag, Ahmad Zayadi mengapresiasi pergelaran Madani Internasional Film Festival 2022 yang diinisiasi Mizan dan Pabrikultur. Zayadi mengatakan, festival yang mengusung semangat Keberagaman Masyarakat Muslim Dunia ini sejalan dengan program Moderasi Beragama.
“Salah satu prinsip moderasi beragama sejalan dengan spirit perfilman, yakni adaptif dengan budaya lokal. Moderasi Beragama berusaha melihat kebudayaan sebagai kekayaan yang bisa dimanfaatkan untuk saling merekatkan,” kata Zayadi kepada bimasislam di Jakarta, Senin (10/10).
Zayadi mengatakan, Kemenag hadir memberikan dukungan terhadap dunia perfilman, khususnya film Islami. Hal ini dengan menggelar Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) sejak 2018.
“Film merupakan sarana yang efektif dalam memengaruhi pemikiran dan pemahaman masyarakat,” ujarnya
“Dalam dua tahun terakhir, KFPI telah diikuti sebanyak 3.380 peserta dengan Ibunda Christine Hakim sebagai Ketua Dewan Juri Pusat. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan dan menjadi jaminan bahwa pemenang dalam kompetisi tersebut ditentukan karena kualitasnya,” tuturnya.
Sebagai informasi, pada tahun kelima penyelenggaraannya, Madani IFF 2022 konsisten mengusung semangat keberagaman masyarakat muslim dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, Madani IFF akan menayangkan 70 film dari 22 negara, termasuk menyelenggarakan acara pendukung seperti diskusi film dan buku dengan 30 pembicara dari dalam dan luar negeri.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



