Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengapresiasi kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang digelar BAZNAS di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Menurutnya, sinergi yang terjalin dengan baik akan mengoptimalkan capaian zakat di Indonesia.
"Potensi zakat di Indonesia ini masih sangat jauh dari capaian yang dapat diraih. Maka, perlu adanya sinergi dari semua stakeholder agar mampu meraih potensi tersebut," ujar Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, optimalisasi dana zakat dapat berdampak positif terhadap perekonomian syariah di Indonesia. Terlebih lagi, menurutnya, infrastruktur ekonomi syariah di Indonesia sudah terbangun dengan baik.
"Tentu ini merupakan hal yang fundamental dalam mengembangkan perekonomian syariah secara nasional. Kemenag terus mendukung upaya tersebut," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS, Noor Achmad mengatakan, peta program BAZNAS harus disinergikan bersama UPZ. Sejak tahun lalu, lanjutnya, BAZNAS telah mencanangkan 5 penguatan, yaitu kelembagaan, pengelolaan, sumber daya manusia, infrastruktur, dan jaringan.
"Penguatan SDM kita masih perlu diperkuat dengan menghadirkan posisi pelaksana di masing-masing UPZ. Begitu pula penguatan infrastruktur yang menjadi bagian tidak terpisahkan," ujarnya.
Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan menyampaikan, pengumpulan zakat telah dilakukan di 24 kementerian, 35 lembaga negara, 47 BUMN, dan 66 perusahaan swasta. Pengumpulan ini dilaksanakan oleh 172 instansi UPZ dengan total pengumpulan ZIS sebesar 165 miliar rupiah.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



