Kota Tegal, Bimas Islam --- Di balik tingginya yang hanya 150-an sentimeter, Penyuluh Agama Islam Kota Tegal, Darsiti memiliki cita-cita yang tinggi. Cita itu dia harapkan khusus bagi kaum marginal yang menjadi binaannya di Taman Baca Masyarakat (TBM) Sakila Kerti.
"Saya ingin mereka punya usaha sendiri sehingga tidak berlarian dari bus ke bus lain di tengah terik mentari untuk menjajakan dagangan," harap Darsiti saat berbincang dengan bimasislam, Rabu (27/10/21).
Bagi wanita kelahiran Tegal, 1 Mei 1970 ini, 30-an warga binaannya memiliki jalan hidup yang panjang. Dia berharap ada pihak yang membantu secara serius untuk perbaikan hidup. "Jalan hidup mereka masih panjang, semoga hidupnya menjadi lebih baik," katanya penuh harap.
Dari Buta Huruf Al-Qur'an
Selama lima tahun, Darsiti mengajar ibu-ibu kaum marginal dengan sabar. Mereka yang awalnya buta huruf Al-Qur'an kini telah mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar.
"Sudah lima tahun saya mengaji di sini. Dari Iqro' 1 sampai sekarang sudah Surah Al-A'raf," ungkap salah satu warga binaan, Annisa.
Senada dengan Annisa, Atin dan Sri juga menunjukkan perkembangan yang pesat. "Saya dari nol, gak bisa apa-apa, alhamdulilah sekarang sudah sampai Al-Maidah," tambah Atin.
"Kalau saya baru Iqro' 6. Belajar dari belum tahu apa-apa. Satu lembar lagi khatam Iqro' 6," sahut Sri, riang.
Selain mengajarkan membaca Al-Qur'an, Darsiti juga mengajar cara ibadah. Praktik ibadah dilakukan setiap Jumat. Sedangkan untuk memotivasi warga binaan agar rajin belajar Al-Qur'an, Darsiti selalu mengadakan khataman saat ada kenaikan jilid dengan mengundang hafiz atau hafizah.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



