Lombok Tengah, Bimas Islam --- Suhaibi hampir setiap hari mendatangi Lapas Anak Kelas II di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Meski tetap merasa lelah sebagaimana manusia umumnya, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag) ini memiliki tujuan yang mulia.
"Saya hampir tiap hari melakukan penyuluhan di Lapas Anak. Lelah sih, tapi semoga pekerjaan ini mendatangkan Rida Allah," ujar Suhaibi kepada Bimas Islam, Jumat (16/4/21).
Pria yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Lombok Tengah ini mengaku memiliki asa untuk anak-anak yang berada di lembaga pemasyarakatan tersebut. Ia berharap, anak-anak ini kembali termotivasi dan menjadi lebih baik setelah nanti bebas.
"Sebagai Penyuluh Agama, kami memiliki amanah untuk membina umat (anak di dalam lapas) agar nantinya ketika mereka bebas bisa beraktivitas di tengah masyarakat dan bisa memberikan contoh yang baik karena ada hasil pembinaan selama berada di dalam lapas," tambahnya.
Saat melakukan penyuluhan, Suhaibi memberikan aneka motivasi untuk membangkitkan optimisme pada diri anak-anak di balik jeruji besi itu. Suhaibi mengatakan kepada penghuni lapas bahwa mereka memiliki kesempatan dan hak yang sama dengan anak-anak lain.
"Saya sampaikan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan hak selama ingin berubah dan hidup lebih baik dari sebelumnya," tambahnya.
Selain itu, Suhaibi juga berharap agar kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dia berikan bisa menggali lebih mendalam persoalan yang dihadapi anak-anak sehingga bisa dirumuskan langkah antisipasi yang tepat agar kasus serupa tidak terulang.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



