MPadang, Bimas Islam -- Aparatur Sipil Negara (ASN) berakhlak diharapkan mampu menjadi pilar utama praktik Moderasi Beragama di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Tholabi Karlie dalam Seminar Al-Qur'an dalam rangkaian MTQ KORPRI Nasional VI di Kota Padang, Senin (7/11/22).
"ASN harus berperan sebagai pilar dalam menjaga nilai-nilai Moderasi Beragama. ASN sebagai abdi negara harus mampu berkhidmat kepada masyarakat Indonesia," ujarnya.
Dalam seminar yang dirangkaian bersama Pelantikan Dewan Hakim MTQ KORPRI Nasional VI ini, Tholabi memaparkan 9 sikap ASN yang selaras dengan penerapan Moderasi Beragama. Ia berharap, MTQ yang diikuti 83 kafilah ini mampu menjadi instrumen penerapan Moderasi Beragama.
"Ada sembilan nilai, yaitu kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi," sambungnya.
Narasumber lain dalam seminar ini, Rusydi AM menambahkan, ASN berakhlak meliputi empat aspek. Tidak hanya kepada diri dan sesama, ASN juga diharapkan menerapkan akhlak mulia kepada lingkungan.
"Akhlak kepada orang tua, sesama ASN dan masyarakat, sesama manusia, dan lingkungan," paparnya.
Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Nurudin yang menjadi narasumber ketiga dalam Seminar Al-Qur'an ini menambahkan, ASN harus terus meningkatkan kapasitas diri. Selain profesional, ASN diharapkan memiliki kemampuan menyelesaikan konflik yang terjadi di tengah masyarakat majemuk.
"ASN merupakan salah satu pilar utama pembangunan nasional. ASN harus memiliki kompetensi dan nasionalisme yang baik. ASN perlu dibekali kompetensi resolusi konflik agar menjadi aktor utama kerukunan umat beragama," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



