Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penais Bimas Islam Kemenag Ahmad Zayadi mewakili Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, persoalan buta huruf al-Qur'an di Indonesia masih menjadi perhatian serius kita semuanya. Hal itu disampaikannya dalam acara Sarasehan Nasional Pengentasan Buta Aksara Qur’an Nasional dan Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Pembinaan Qiraatil Qur’an Indonesia bertajuk 'Revitalisasi Pengajaran al-Qur’an pada Lembaga Pendidikan Nasional'. Kegiatan itu digelar Lembaga Pembinaan Qiraatil Qur’an Indonesia (LPQQ Indonesia) di Gedung Nusantara IV DPR-MPR RI, Minggu (5/3/2023).
“Saat ini kita masih dalam kegelisahan karena masih banyaknya buta huruf al-Qur'an, masih sekitar 68 % sebagaimana hasil penelitian Institut Ilmu al-Qur'an", terangnya.
Terkait itu, Zayadi mengatakan, revitalisasi lembaga-lembaga tilawah al-Qur'an perlu dimaksimalkan. Ia juga mengingatkan terkait Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri dan Kemenag tahun 1982 yang mendorong peningkatan penghayatan dan pengalaman al-Qur’an untuk kehidupan masyarakat.
“Hasil pengembangan pendidikan al-Qur’an ini masih belum maksimal, maka perlu revitalisasi pendidikan al-Qur'an dengan cara membangun ekosistem pendidikan dan gerakan pemberantasan buta huruf al-Qur’an yang terpadu, manajemen kegiatan, support system, metodologi yang efektif dan inovatif, dan perhatian khusus pada guru-guru al-Qur’an, khusus untuk guru-guru di bidang al-Qur'an berlaku norma ruhul mudarris ahammu minal mudarris nafsihi", jelasnya.
“Tahun 1982 diterbitkan SKB Mendagri-Menag No. 128 dan 44 A tentang usaha peningkatan penghayatan dan pengamalan al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Zayadi.
Zayadi memaparkan, secara sosiologis-historis, proses pembelajaran al-Qur'an di Indonesia muncul dan berkembang seiring berdirinya Masjid dan Musala. Kelembagaan Pendidikan al-Qur’an, imbuhnya, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami, serta mengamalkan isi kandungan al-Qur’an melalui lembaga-lembaga Pendidikan al-Qur’an seperti TKA (Taman Kanak-kanak Al-Qur'an), TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), dan Ta'limul Qur'an lil Aulad.
Ba/Mr



