Jakarta, Bimas Islam -- Bulan Ramadan adalah bulan keberkahan, seluruh umat Islam mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan menjalankan amalan wajib dan sunah. Salah satu amalan sunah yang seringkali dilakukan masyarakat di bulan ini yaitu mengawali berbuka dengan kurma.
Namun, apakah hal tersebut sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW? Rais Syuriah PBNU, KH. M. Cholil Nafis, menjawab pertanyaan tersebut dalam Program Edukasi Syariah Ramadhan Bimas Islam, Jumat (24/3/2023).
KH. Cholil Nafis mengatakan, berbuka dengan kurma memang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Namun, jika tidak memiliki kurma, bisa diganti dengan air putih atau air teh.
"Kebiasaan kita di Bulan Ramadan adalah menyiapkan kurma karena mengikuti Rasulullah, tapi yang tidak punya kurma bisa juga dengan air putih, bahkan dengan air teh," terangnya.
KH. Cholil Nafis menjelaskan, saat berbuka puasa, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti sunah Rasulullah SAW. Nabi berbuka dengan 'Ruthab' atau kurma basah, namun jika tidak ada, bisa dengan kurma kering.
Ia menambahkan, rasa manis dari kurma ditambah dengan air putih dapat mengaktifkan kembali pankreas dalam tubuh yang diistirahatkan selama berpuasa.
KH. Cholil Nafis pun menutup penjelasannya dengan mengajak umat Islam menjalankan ibadah sunah yang diajarkan Rasulullah SAW selama bulan suci Ramadan.
Msk/Mr



