Jakarta, Bimas Islam --- Cendekiawan Muslim asal Indonesia, Azyumardi Azra menganjurkan internal masing-masing agama untuk memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, setiap agama memiliki ajaran masing-masing terkait paham moderat.
“Saat ini lebih baik memperkuat moderasi beragama di internal masing-masing agama,” kata Azyumardi saat menjadi narasumber pada OBSESI bertajuk ‘Pengarusutamaan Moderasi Beragama Dalam Keberagaman Paham Keagamaan di Indonesia’ yang ditayangkan di Youtube Bimas Islam TV, Selasa (12/4).
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini meyakini, Pemerintah tidak dalam kapasitasnya mengatur akidah dan peribadatan suatu ajaran agama atau kepercayaan. Selama ini, menurutnya, Pemerintah hanya menjaga ketertiban hubungan sosial antarumat beragama melalui moderasi beragama.
“Soal doktrin ajaran moderasi sudah ada di masing-masing agama. Kalau dalam Islam, jauh sebelum Republik ini terbentuk ada yang namanya Islam wasathiyah yang menekankan pada moderasi keagamaan, yaitu moderasi di dalam ajaran agama dan moderasi di dalam pengamalan ajaran agamanya,” jelasnya.
Menurut Azyumardi, program moderasi beragama yang diusung Pemerintah bertujuan meminimalisir kelompok-kelompok yang mengganggu hubungan sosial di antara warga negara, baik warga negara yang seagama maupun berbeda agama.
“Jadi Pemerintah dalam program moderasi beragama ini lebih dalam aspek hubungan kemasyarakatan dan politik antarwarga negara, baik yang seagama maupun yang berbeda agama. Melalui moderasi beragama inilah Pemerintah berharap hubungan sosial kemasyarakatan terjalin harmonis,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



