“Umat Islam dan bangsa Indonesia telah kehilangan seorang cendekiawan berbobot,” kata Fuad kepada bimasislam di Jakarta, Senin (19/09).
Fuad mengungkapkan, semasa hidupnya almarhum Profesor Azyumardi Azra dikenal sebagai guru besar dan akademisi yang kiprah intelektualnya mendunia. Ia memegang teguh integritas ilmiah.
“Prof Azyumardi semasa hidupnya dihormati sebagai sosok pribadi yang secara totalitas memberikan darmabaktinya untuk agama, bangsa, dan negara melalui dunia pendidikan serta ilmu pengetahuan keagamaan,” ujarnya.
Fuad mengatakan, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu merupakan orang kampus yang mengerti dinamika masyarakat dan bangsa. Profesor Azra juga mampu menjaga diri dari politik praktis yang berpotensi membimbangkan sikap objektif keilmuwan. Ia independen dalam sikap dan pemikirannya.
Azyumardi Azra mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 1998 - 2006 menghadap panggilan Ilahi di negeri jiran Malaysia dalam rangka memenuhi undangan sebagai pemakalah "Persidangan Antarbangsa Kosmopolitan Islam" di Kajang Malaysia.
Menurut Fuad Nasar, "Umat Islam dan bangsa Indonesia kehilangan seorang cendekiawan yang inklusif, moderat dan berkontribusi mendorong interdialog antar-peradaban dan antar-komunitas umat beragama dalam dunia yang multikultural."
Fuad mensitir testimoni Prof. Dr. Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Syarif Hidayatullah mengenang sosok Azyumardi Azra, "Almarhum adalah salah seorang cendekiawan muslim paling brilian dan produktif dalam bidang kajian Islam Indonesia dan Asia Tenggara saat ini."
Fuad menambahkan, buku "Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII" merupakan karya monumental Azyumardi Azra yang banyak dirujuk para peneliti, penulis dan peminat studi dalam menelusuri akar pembaruan Islam Indonesia.
Azyumardi Azra mungkin satu-satunya orang Indonesia sampai saat ini, negara di luar Commenwealth (Persemakmuran), yang dianugerahi tanda kehormatan CBE (Commander of The Order of British Empire) dari Ratu Elizabeth II, Inggris.
"Semoga amal ibadah dan keshalehan intelektual almarhum Azyumardi Azra menjadi bekalnya dalam perjalanan menuju alam akhirat hingga meraih keridhaan Allah dan surga-Nya," tuturnya
Sebagai informasi, Profesor Azyumardi Azra meninggal dunia di Rumah Sakit Serdang Selangor Malaysia, Ahad (18/9/22). Takziah Virtual yang dihelat civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui zoom meeting pada Ahad (18/9/22) malam diikuti ribuan orang.
(Tommy)



