Kuningan, Bimas Islam --- Hujan deras mengguyur Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Kamis (23/12/21) sore. Aroma wangi tanah tercium hingga ruangan dalam KUA Ciawigebang yang berdiri di atas lahan seluas 850 meter persegi.
"Alhamdulillah, senang menjadi Penyuluh Agama Islam," ungkap Khofidin, Penyuluh KUA Ciawigebang kepada bimasislaam, Kamis (23/12/21).
Khofidin menjadi PNS sejak tahun 1994. Sejak saat itu, Khofidin memanfaatkan harinya untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.
"Dulu namanya Penerangan Agama Islam (Penais). Saya menikmati karena bisa bertemu dan membimbing masyarakat agar lebih memahami agama Islam," tambahnya.
Dalam kurun waktu dua puluh tahunan sejak menjadi PNS, Khofidin tentu saja mengalami banyak episode suka dan duka. Bahkan pihaknya pernah menjadi penengah atas dua kelompok masyarakat yang berkonflik.
"Pernah ada konflik agama hingga adu jotos. Alhamdulillah kami menjadi penengah dan kasusnya dibawa ke pengadilan. Sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi," tambahnya.
Di akhir masa kerjanya yang tersisa beberapa bulan lagi, Khofidin berharap bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Pria ini mengaku optimis karena tetap bisa terus membina masyarakat meski kelak menjalani masa pensiun.
"Insyaallah bisa terus membimbing masyarakat melalui majelis taklim dan masjid-masjid karena dakwah tidak boleh berhenti," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



